Dukungan SM Amin Nasution Jadi Pahlawan Nasional Mengalir

MohgaNews|Madina – dukungan atas rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Sutan Muhammad Amin Nasution mengalir, termasuk dari elemen masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menilai SM Amin Nasution layak diberikan gelar Pahlawan Nasional.

SM Amin Nasution merupakan Gubernur Sumatera Utara yang pertama.

Dan, baru-baru ini, Pj Gubernur Sumatera Utara Drs Eko Subowo menerima audensi tim verifikasi lapangan dari Tim Penilai Pahlawan dan Gelar Pusat (TP2GP) di kantor gubernur Jl Pangeran Diponegoro Medan.

Pj Gubernur dalam pertemuan tersebut mengatakan, generasi muda membutuhkan figur untuk membentuk karakternya. Dan, dengan dijadikannya SM Amin Nasution sebagai Pahlawan Nasional, keteladanannya bisa diketahui banyak orang, jasa-jasanya untuk Indonesia bisa menjadi contoh untuk ditiru generasi muda.

Dikatakannya juga, Bangsa Indonesia tidak boleh lupa sejarah. Selain diberi gelar, nama pahlawan nasional seharusnya diabadikan menjadi nama gedung, jalan, bandara atau sebagainya.

“Hal tersebut bertujuan agar nama pahlawan tersebut bisa populer di masyarakat, kemudian masyarakat mengetahui Sang Pahlawan dan bisa mencari tahunya lebih lanjut,” ujar Eko

Anggota Tim Penilai Pahlawan dan Gelar Pusat Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan kedatangannya di Sumatera Utara (Sumut) guna memperoleh informasi yang meyakinkan tentang SM Amin Nasution layak sebagai pahlawan nasional.

“Informasi yang kita dapatkan nantinya semakin meyakinkan bahwa Alm SM Amin ini memang sangat layak untuk dijadikan pahlawan nasional,” katanya.

Dikatakan Sudarnoto, nama SM Amin telah lolos berkas untuk dijadikan pahlawan nasional. Seluruh dokumen yang telah diserahkan tim dari Sumatera Utara telah dikaji oleh tim pusat.

“Selanjutnya jika sudah meyakinkan, kita rekomendasikan nanti ke Menteri Sosial untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden sebagai calon pahlawan nasional. Itu yang paling penting,” katanya.

Saat ini, Tim Penilai Pahlawan dan Gelar Pusat (TP2GP) melakukan verifikasi lapangan di Sumatera Utara. Untuk itu, tim bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara.

“Selain itu, tim juga melakukan kunjungan dengan tokoh-tokoh yang mengenal beliau, akademisi, keluarga, hingga kita memperoleh masukan-masukan baru yang mungkin belum tercover di dalam dokumen yang sebelumnya kita terima, informasi dari orang yang dikenal bisa lebih meyakinkan kami untuk merekomendasikan beliau nanti,” ujarnya.

Selanjutnya, tim pusat dan daerah akan mengunjungi museum yang berada di Jalan Pemuda, Medan.

“Ini bertujuan untuk melihat peran beliau saat mengatasi krisis ekonomi dengan menolak uang NICA dan tetap menggunakan uang republik pada masa itu, ini merupakan langkah berani dan patriotis bagi seorang gubernur pada saat itu,” kata Sejawaran Universitas Medan Ichwan Azhari.

Pada awal kemerdekaan, SM Amin pernah menjabat gubernur di Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Riau. SM Amin Nasution juga termasuk ke dalam salah satu tokoh sumpah pemuda.

Sutan Muhammad Amin Nasution lahir di Aceh, 22 Februari 1904. Pada awal kemerdekaan, SM Amin pernah menjabat gubernur di Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Riau. SM Amin merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam sejarah pergerakan pemuda. SM Amin adalah salah satu tokoh mengkonsepkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Menanggapi rencana atau usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada SM Amin Nasution, Ketua DPD KNPI Kabupaten Madina, Tan Gozali kepada MohgaNews, Jumat (7/9/2018) menyatakan mendukung penuh pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada SM Amin Nasution.

“SM Amin merupakan tokoh Sumpah Pemuda yang selama ini tidak dikenang, padahal ia turut berkontribusi dalam sejarah Sumpah Pemuda. Ia adalah seorang anggota Jong Sumatera dan Sekretaris dari Moh Yamin. Jadi di belakang Moh Yamin, ada SM Amin yang tidak begitu dikenal. Dalam sejarah Aceh maupun pusat, nama SM Amin tidak disebut,

“SM Amin Nasution lahir dari pernikahan Muhamad Taif dengan Siti Madinah, wanita yang berasal dari Batang Natal, Mandailing Natal. Beliau adalah keluarga besar tanah Mandailing yang semula menyandang gelar Mangaraja Gunung Baringin,” kata Tan Gozali

Keluarga besar KNPI Madina, kata Tan Gozali berbesar hati dan sangat mengapresiasi jika pemerintah menganugerahkan pemberian gelar pahlawan nasional kepada SM Amin Nasution dan berharap pemerintah daerah menjemput kembali kekerabatan keluarga besar beliau ditanah Mandailing. (MN-01/Int)