MADINA, Mohga – dr Tri Ebta Maynar SpOG MKed, dokter spesialis kandungan yang menangani kelahiran bayi kembar tiga di RSUD Panyabungan Kabupaten Madina pada Rabu (8/3/2023) kemarin mengungkapkan, bayi lahir kembar tiga ini masih sangat langka terjadi di Indonesia.
Dapat diketahui, pasangan Abdul Gani dan Fatimah warga Kotanopan sedang berbahagia atas kelahiran tiga orang bayi kembar menjelang hari jadi ke 24 tahun Kabupaten Madina
dr Ebta di Indonesia angka kelahiran kembar tiga ini hanya 87 berbanding 100 ribu kelahiran.
“Jadi bayangin tuh jarangnya kita temukan kasus kelahiran bayi kembar tiga. Ini sangat unik ya, lahirnya pas mau detik-detik ulang tahun Kabupaten Madina,” katanya.
“Semenjak jadi dokter kandungan baru pertama kali saya temukan lahiran bayi kembar tiga,” ucapnya.
Pemilik klinik Sinar Mentari beralamat di Kelurahan Pidoli Dolok tersebut mengatakan riwayat bayi kembar bisa dilihat dari sisi lain yaitu dari faktor keturunan.
ia juga mengatakan gejala yang ditimbulkan dalam kehamilan bayi kembar lebih berat daripada bayi tunggal, contohnya ari-ari bayi lebih dari satu atau lebih besar dan perut sang ibu lebih berat dan besar.
“Tentunya kalau bayi kembar itu perut ibunya lebih besar dan berat, daerah tulang punggung ekornya juga sakit. Efek yang ditimbulkan itu lebih berat serta penanganannya juga tidak main-main,” imbuhnya.
Tri Ebta juga mengaku salut kepada pasangan Abdul Ghani dan Fatimah karena kerutinan dalam melakukan kontrol ke klinik dan rumah sakit sehingga kelahiran bayi kembar tersebut dapat berjalan dengan baik serta dalam keadaan sehat.
“Saya salut kepada pasangan ini, sebab, sebelum lahiran mereka rutin menjalani kontrol sehingga pas lahiran kemarin bayi sehat tanpa perlu dilakukan pemangkuan lebih lanjut di bagian bayi. Jadi, satu hari sudah bisa bareng langsung sama orangtuanya,” ujarnya.
ia pun mengimbau kepada seluruh ibu-ibu hamil di Kabupaten Madina untuk selalu rutin dalam melakukan pemeriksaan atau kontrol ke bidan atau klinik kandungan dengan tujuan agar secara langsung diketahui apakah bayinya tunggal, kembar, dan lain sebagainya.
“Tetap usahakan melakukan pemeriksaan rutin. Toh, sekarang di puskesmas sudah banyak pemeriksaan yang ada USG juga, kan. Jadi bisa saja menggunakan BPJS Kesehatan. Silakan lakukan pemeriksaan demi kesehatan ibu dan bayi,” tutupnya. (MN-08)









