MADINA, Mohga – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah selesai melakukan sosialisasi Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sejak Maret hingga Agustus 2023.
Sosialisasi Dashat tersebut sukses terlaksana pada 24 desa binaan kategori Kampung Berkualitas (KB) di seluruh Kecamatan yang ada di Madina.
Program Dashat bertujuan upaya Pemkab Madina dalam menekan penurunan angka stunting.
Progam ini juga berlaku di seluruh Indonesia yang pesertanya mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin dan bayi di bawah lima tahun yang ada di setiap desa.
Kepala Dinas PP-KB Madina Elfi Maryanni M.K.M melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk, Drg. Nikmah, M.K.M menjelaskan, Dinas PP-KB bertugas sebagai pembinaan saja.
Sedangkan pelaksanaan berada pada setiap orang atau person yang didukung oleh pihak pemerintahan desa melalui
pengembangan kelembagaan lokal yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan penanganan stunting.
Nikmah berharap upaya yang telah dilakukan itu dapat menurunkan angka stunting berdasarkan capaian target secara nasional yakni 14 persen di tahun 2024.
Sementara diketahui angka stunting di Madina berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 masih 34,2 persen.
“Tujuan pengembangan Dashat secara umum untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi Kampung KB di tingkat desa atau kelurahan,” kata Drg Nikmah, Jum’at (1/9/2023).
Dia menerangkan, hasil yang diharapkan dengan keberadaan Dashat selain terpenuhinya kebutuhan gizi anak stunting, bumil atau ibu menyusui dan keluarga risiko stunting, juga diperolehnya pengetahuan dan keterampilan penyiapan pangan sehat dan bergizi berbasis sumber daya lokal.
“Selain itu meningkatnya kesejahteraan keluarga, melalui
keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga atau masyarakat yang berkelanjutan,” terangnya.
Kemudian secara khusus, Progam Dashat dikembangkan dalam rangka sediakan pangan sehat dan bergizi, memunculkan kelompok usaha keluarga atau masyarakat lokal yang berkelanjutan.
Seterusnya tingkatkan keterampilan kelompok usaha keluarga atau masyarakat, olah distribusikan dan pasarkan makanan bergizi seimbang, berdayakan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal, dan Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) gizi dan pelatihan kepada keluarga risiko stunting.
Berikut daftar 24 desa/kelurahan yang telah dimasuki Dinas PP-KB Madina dalam sosialisasi Dashat di Kampung KB.
Desa Muara Pertemuan Kecamatan Batang Natal, Desa Sinunukan I Kecamatan Sinunukan, Desa Aek Nangali Kecamatan Batang Natal, Desa Lancat Kecamatan Lingga Bayu, Desa Manisak Kecamatan Ranto Baek.
Desa Tamiang Kecamatan Kotanopan, Desa Simpang Banyak Julu Kecamatan Ulu Pungkut, Desa Laru Lombang Kecamatan Tambangan, Desa Aek Marian Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Desa Hutabaringin Kecamatan Puncak Sorik Marapi.
Desa Tanjung Alai Kecamatan Muara Sipongi, Desa Pakantan Lombang Kecamatan Pakantan, Kelurahan Pidoli Dolok dan Kelurahan Panyabungan I Kecamatan Panyabungan.
Desa Aek Nanali Kecamatan Panyabungan Selatan, Desa Batang Gadis Jae Kecamatan Panyabungan Barat, Desa Mompang Jae Kecamatan Panyabungan Utara, Desa Hutaimbaru Kecamatan Panyabungan Timur.
Desa Mondan Kecamatan Hutabargot, Desa Panggautan Kecamatan Natal, Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis, Desa Lumban Pinasa Kecamatan Siabu, Desa Pasar Baru Malintang Kecamatan Bukit Malintang dan Desa Sayur Matua Kecamatan Naga Juang. (MN-08)












