PANYABUNGAN, – meskipun angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tinggi, tapi tidak meredakan kerumunan masyarakat.
Misalnya, pesta pernikahan masih tetap berlangsung tanpa ada pembatasan jumlah undangan, bahkan dibeberapa pesta terpantau sangat sedikit warga yang memakai masker dan tidak ditemukan tempat cuci tangan sebagaimana protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah
Subriadi Nasution SH, pemerhati sosial kepada MohgaNews, Sabtu (31/7/2021) menyebut ini sebuah fenomena yang agak janggal di kalangan masyarakat. Sebab, pemerintah setiap hari meng-update grafik data penyebaran Covid-19 dan ditemukan pertumbuhan angka terpapar positif hingga 93 orang
“Kemarin sudah tembus 93 orang, kami menemukan pertumbuhan jumlah terpapar positif yang signifikan, bahkan informasi yang sampai ke masyarakat sudah ada beberapa warga meninggal dunia dikarenakan positif Covid-19,
“Yang jadi persoalan sekarang dengan tingginya jumlah positif Covid-19 tidak berpengaruh pada perilaku masyarakat. Kita buktikan sendiri pesta pernikahan masih bebas berlangsung tanpa mematuhi protokol kesehatan, penyelenggara pesta dan tamu undangan tidak memakai masker, ini sangat bertolak belakang dengan situasi yang kita hadapi saat ini,” kata Subriadi
Ia berpendapat situasi ini perlu secepatnya disikapi pemerintah daerah dengan menekankan kepada masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan
“Pemerintah harus gerak cepat, sampaikan ke kecamatan hingga ke desa. Dan dari desa kepada masyarakat hingga kesadaran mematuhi protokol kesehatan ini sampai ke semua rumah tangga yang ada di Madina,
“Satgas Covid-19 Kabupaten Madina juga diharapkan ada penekanan ke satgas ditingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Karena, setiap desa sudah ada posko penanganan Covid-19 yang didirikan tahun lalu,
“Ironisnya posko tersebut tidak berjalan, yang banyak ditemukan hanya berupa spanduk tertempel di poskonya. Pemerintah harus serius membuat kebijakan dan memastikan kebijakannya itu berjalan dengan baik,” harapnya
“Apalagi Pemerintah Madina akan memberlakukan PPKM level 2. Kalau tidak dijalankan dan dikontrol dengan baik, PPKM dengan level berapa pun tidak akan bisa menangani situasi penyebaran Covid-19 di daerah kita,” sambungnya. (MN-08)












