Camat Natal Diduga Tak Dukung Aspirasi Warga soal Plasma PT GLP

MADINA, Mohga – Aliansi Muda Pantai Barat Indonesia (Ampibi) menuding Camat Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) M Ridho Fahlevi Lubis tidak mendukung aspirasi dan permohonan masyarakat terkait realisasi kebun plasma PT Gruti Lestari Pratama (GLP)

Tudingan ini dikarenakan Camat Natal Ridho Fahlevi tidak hadir pada rapat yang digelar Pemerintah Kabupaten Madina, Jumat (23/12/2022) kemarin. Selain tak dihadiri camat, Kepala Desa Panggautan dan Kepala Desa Pardamean Baru juga tak hadir. Rapat ini untuk membahas masalah permohonan masyarakat Kecamatan Natal yang terdiri dari delapan desa yaitu Desa pasar 1- Pasar 6 Natal, Desa Sasaran dan Panggautan. Permasalahan ini sudah disampaikan Ampibi ke Bupati Madina H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution tiga bulan lalu

Informasi diperoleh, pada hari yang sama Camat Natal M. Ridho Fahlevi mengadakan rapat dengan Kades beserta tokoh masyarakat desa Pardamean Baru dan kampung sawah di kantor desa Pardamean Baru juga membahas hal yang sama.

Rido saat dikonfirmasi via telepon membenarkan ketidakhadirannya saat rapat di kabupaten dan ia menyebutkan kalau pihaknya selalu mendukung aspirasi dan permohonan masyarakatnya.

“Kami memang tidak hadir dirapat tersebut. Kami bukan tidak mendukung tetapi kami juga lagi sibuk menyiapkan kunjungan pak Bupati hari Rabu lusa,” katanya

Terkait rapat yang diadakannya pada hari yang sama dengan warga Pardamean Baru dan Kampung Sawah ia menyebut dua desa tersebut sudah ada kesepakatan dengan PT GLP dimasa lalu tapi belum terealisasi.

Sementara, Royyan, selaku koordinator Ampibi mengatakan rapat dibuka dan dipimpin asisten 2 dr Syarifuddin. Saat itu ia menanyakan alasan Camat Natal dan kades tidak hadir namun asisten tidak memberikan alasannya

Terkait kesimpulan dari hasil rapat Royan menyebutkan pihak Pemkab akan mengadakan rapat lanjutan diawal tahun 2023 untuk membahas permasalahan tersebut bersama camat,kades dan pihak PT. GLP. (MN-14)