MADINA, Mohga – harga cabai merah dan cabai rawit mulai turun. Turunnya harga kebutuhan pangan pokok ini akibat stok sudah banyak baik yang masuk dari luar daerah maupun petani lokal di Mandailing Natal (Madina).
Pantauan di pasar baru Panyabungan, pedagang mengeluh mengalami rugi karena harga jual di bawah modal. Mereka pasrah karena jika harga tetap bertahan cabai pasti semakin busuk
Suyuno (35), salah satu pedagang cabai merah di pasar baru asal Kelurahan Kotasiantar menyebut puncak penjualan harga cabai tertinggi pada hari Senin dan Selasa kemarin. Saat itu harga mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
”hari ini sudah turun drastis, saya menjual Rp 65 ribu perkilo karena stok sudah banyak, padahal modalnya Rp 75 ribu. Ini akibat waktu harganya tinggi kemarin, langganan saya banyak yang tidak datang makanya dijual dibawah modal dari pada banyak ruginya. Bisa-bisa gulung tikar ini,” keluhnya, Jum’at (17/6/2022).
Di sisi lain, Suyono melihat pada hari Rabu kemarin, pedagang cabai dadakan mengendarai mobil pick up memasuki pasar baru Panyabungan menjual cabai murah. Ia tidak mengetahui pedagang tersebut berasal dari mana, namun kualitas cabainya bagus, bahkan mengalahkan cabai dari Siborong-borong.
”cabai merah yang mereka jual itu di dalam kardus, saat itu dijual Rp 40 ribu perkilogram. Mungkin itu cabai impor,” tambahnya.
”kalau sudah turun harga, susah lagi itu naik dalam waktu dekat. Ini akan kembali stabil seperti biasa,” ungkapnya.
Pantauan MohgaNews di Pasar Baru Panyabungan, pedagang sayuran memajang cabai-cabai unggulan di atas meja masing-masing. Stok cabai semakin banyak, baik lokal maupun cabai dari luar daerah.
Kemudian kondisi pembeli dilihat semakin menurun. (MN-08)










