MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menghadiri kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Senin (14/7/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Student Center STAIN Madina ini diikuti ratusan mahasiswa dan mahasiswi. Dilihat, kehadiran Bupati menjadi penyemangat tersendiri bagi para mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Ketua STAIN Madina Prof. Sumper Mulia Harahap dan jajaran Wakil Ketua STAIN menyambut kedatangan Bupati Madina.
Bupati Saipullah menyebut kampus STAIN memiliki peran yang sangat strategis bagi pembangunan daerah. Menurut bupati, selain mencetak kader-kader bangsa, keberadaan kampus STAIN berdampak besar pada perekonomian di Madina.
“Multi-player effect dari kehadiran universitas ini luar biasa. Ekonomi akan berjalan, tempat-tempat kos mahasiswa akan tumbuh di sekitar kampus. Transportasi akan hidup, perdagangan makanan dan minuman juga akan berkembang. Ini semua menjadi ruang yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Selain itu, Saipullah menyampaikan, kehadiran mahasiswa KKN di desa selama 50 hari ke depan diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, terutama dalam membangun mental, karakter, dan jati diri masyarakat.
“Melalui tangan mahasiswa, semua aspek kehidupan masyarakat bisa disentuh. Baik itu kelompok orang tua, dewasa, remaja, maupun anak-anak, semua harus bisa disentuh untuk membawa perubahan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti maraknya peredaran narkotika yang semakin mengkhawatirkan, bahkan sudah menyasar kalangan anak-anak. Saipullah berharap para mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba.
“Sekarang ini narkoba sudah sangat meresahkan, dan bahkan sudah masuk ke kalangan anak-anak. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba ini. Jangan sampai generasi penerus kita hancur karena narkoba,” tegas Saipullah.
Selain itu, Bupati juga menyoroti penggunaan handphone yang berlebihan di kalangan anak-anak dan remaja. Menurutnya, meskipun komunikasi dengan handphone saat ini menjadi kebutuhan, jika tidak digunakan dengan bijak justru dapat membawa dampak negatif.
“Kalau sudah candu dengan salah satu aplikasi game di handphone, mereka bisa lupa semuanya. Lupa makan, sholat, bahkan lupa sama orang tua. Ini yang harus kita waspadai bersama,” sebutnya.
Saipullah menambahkan, banyak konten-konten di media sosial maupun aplikasi digital yang belum pantas dikonsumsi anak-anak. Oleh karena itu, peran mahasiswa dalam memberikan edukasi digital kepada masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Bupati Saipullah berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN agar menjaga nama baik almamater dan daerah asal mereka selama menjalankan tugas di desa.
“Jaga sikap, perilaku, dan ucapan di tengah masyarakat. Jadilah contoh dan teladan yang baik. Semoga KKN ini menjadi pengalaman berharga dan membawa manfaat bagi masyarakat serta menjadi bekal di masa depan,” ujarnya. (FAN)












