Bupati Madina Temui Direktur Jenderal Perhubungan Udara

JAKARTA,- Bupati Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution didampingi beberapa pejabat Pemkab berkunjung ke kantor Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Novie Rianto, Jum’at (8/10/2021).

Kedatangan orang nomor 1 di Kabupaten Madina ini disambut oleh Novie Rianto didampingi Kepala Bandara Aek Godang, Artanto, Kabag Keuangan Dirjen Perhubungan Udara dan Direktur Teknis.

Dalam rilis pers yang diterima MohgaNews, kunjungan tersebut bertujuan untuk melaporkan situasi dan perkembangan pembangunan bandara bukit malintang.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Madina, Adi Wardana Hasibuan saat dihubungi MohgaNews mengatakan inti pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Udara itu bertujuan untuk pengajuan percepatan pembangunan bandara bukit malintang.

“Kita meminta agar pembangunan bandara di Madina berjalan dengan lancar dan akan ditargetkan selesai tahun tahun 2023, paling lambat sudah bisa beroperasi tahun 2024,” kata Adi, melalui seluler.

Diterangkan, hingga saat ini proses pembangunan bandara itu masih dalam tahap pembebasan lahan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

“Selain proses pembebasan lahan, kondisi pembangunan bandara sudah masuk tahap pengerjaan tanah. Alhamdulillah, Dirjen memberikan support dalam kunjungan kita tadi, pada dasarnya Pemerintah Daerah hanya dibebankan penyedia lahan saja, untuk pembangunan sudah menjadi beban Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Terakhir, Adi mengatakan hasil serah terima ganti rugi lahan yang diserahkan kepada masyarakat pemilik lahan pada Senin 4 Oktober 2021 kemarin sudah dilaporkan kepada Dirjen Perhubungan Udara.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin 04 Oktober 2021 kemarin, Bupati menyerahkan ganti rugi pembayaran lahan masyarakat seluas 26 hektar diserahkan di Kantor Camat Bukit Malintang melalui rekening bank.

Berdasarkan dari data Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Madina, Anita Noveria Lismawati, lahan yang akan diganti rugi sebanyak 55 bidang. Pemilik lahan asal Kecamatan Bukit Malintang sebanyak 23 Bidang dan Kecamatan Panyabungan Utara 32 bidang. (MN-08)