Bupati dan Wabup Temui Guru Besar UMA, Bahas Pengembangan Pisang Kepok di Madina

MEDAN – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus berupaya dalam membangkitkan kembali kejayan masa lalu di sektor pertanian pisang kepok. Untuk mencapai hal ini, Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga menemui dua orang tim Guru Besar di Universitas Medan Area (UMA).

Kepala Dinas Pertanian Madina dalam pertemuan tersebut secara langsung membawa Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam menggapai cita-cita yang menjadi misi dari Saipullah-Atika.

Taufik Zulhandra mengatakan, pisang kepok di Kabupaten Madina pada masa lampau pernah berjaya sebagai tanaman pertanian warga, ditambah iklim yang sangat cocok untuk tanaman tersebut.

Ia menyampaikan, program pengembangan yang komprehensif ini bukan hanya sekadar wacana, melainkan paket lengkap yang menyentuh seluruh lini, mulai dari sektor hulu hingga ke hilir.

“Transformasi komoditas pisang kepok ini dirancang melalui pendekatan multi-sektor yang meliputi Agroteknologi (Hulu) dengan fokus pada standarisasi pola tanam dan penerapan teknologi pertanian modern guna meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen,” kata dia.

Taufik juga menyebut Agribisnis dan Agroindustri (Hilir) dengan menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil panen menjadi produk turunan yang memiliki daya saing pasar tinggi. Pengembangan lahan budidaya sebagai destinasi wisata berbasis pendidikan yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat.

Dengan demikian, Kepala Dinas Pertanian menyatakan sangat menyambut baik program dari Bupati dan Wakil Bupati soal pengembangan pertanian pisang kepok di wilayah tersebut.

“Ini adalah salah satu upaya nyata untuk meningkatkan nilai tambah yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan ekonomi petani kita di Mandailing Natal,” ungkapnya.

Selanjutnya, ujar Taufik, dengan adanya integrasi antara teknik budidaya yang mumpuni dan akses pemasaran yang sudah terarah, ia optimistis hajat hidup petani di Madina akan meningkat signifikan.

“Program ini diharapkan tidak hanya menjadikan pisang sebagai komoditas unggulan daerah, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Bumi Gordang Sambilan,” tutupnya.

Sekadar informasi, pertemuan antara Bupati Madina dan Wakil Bupati bersama tim guru besar bidang pertanian dari UMA di Medan menghasilkan awal kerja sama yang baik. Dalam waktu dekat Pemda dan guru besar itu akan menjalin kerja sama (MoU). (FAN)