MADINA, Mohga -Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai mogok kerja dari tugasnya. Pasalnya berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidang tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut informasi yang diterima Mohganews dari beberapa sumber di Satpol PP Madina, mereka tidak bisa bergerak untuk menjalankan tugas karena anggaran yang telah ditetapkan tak kunjung cair.
Informasi yang dihimpun tersebut menyebutkan sudah berlangsung 5 bulan anggaran kegiatan seperti operasi pekat, penertiban kaki lima dan lainnya sepeser pun tidak dicarikan.
“Bagaimana kita mau bekerja kalau anggaran tidak ada sama sekali yang dicairkan. Ini memang sungguh parah serta zaman tersulit bagi kami di Trantibum,” kata sumber yang tak mau disebutkan identitasnya, Senin (29/5/2023).
Sumber tersebut juga mengaku sudah banyak utang menumpuk dalam menanggulangi kebutuhan anggota yang bekerja sebelumnya pada tahun 2023.
“Jujur ya, hutang sudah menumpuk di luaran sana saat kita operasi yang kita lakukan belakangan ini,” ungkapnya.
Mereka berharap Plt Kepala Satpol PP Madina, Yuri Andri bersikap tegas dalam mengelola anggaran masing-masing bidang di Satpol PP Madina agar tidak ada pejabat maupun anggota yang tersakiti.
Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Madina, Ismail Saleh Dalimunthe membenarkan bahwa anggaran kegiatan di bidangnya itu belum ada yang dicairkan semenjak semester pertama tahun 2023.
“Ya, itu benar, belum ada yang cair,” ucapnya.
Meski demikian, Ismail mengaku tetap masuk kantor setiap hari kerja namun sudah jarang turun ke lapangan.
Berdasarkan pantauan Mohganews beberapa bulan belakangan ini, tempat hiburan malam, hotel hingga penataan pedagang kaki lima di pasar baru dan pasar lama Kecamatan Panyabungan sudah carut marut.
Tempat hiburan malam dan hotel juga bebas beroperasi dalam menerima tamu yang bukan suami istri. Hotel tersebut dijadikan tempat berzina, padahal Kabupaten Madina dikenal masyarakat luas negeri beradat taat beribadat. (MN-08)










