MADINA, Mohga – ruas jalan kabupaten menuju Desa Simandolam dan Muarapotan Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini kondisinya rusak parah dan hancur akibat sudah belasan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah.
Hasil pengamatan Sabtu (10/9/2022), badan jalan yang mengalami kerusakan parah hampir mencapai empat kilometer yakni mulai dari poros Desa Hutarimbaru-SM hingga wilayah Muara Pangkase sebagai persimpangan menuju Simandolam dan Muarapotan.
Sementara dari Muara Pangkase menuju kedua desa, badan jalan kini sudah lumayan karena sudah dirabat beton melalui swadaya masyarakat ditambah kucuran anggaran dana desa.
Di badan jalan yang statusnya milik Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal itu, bukan hanya berlubang, dibeberapa titik badan jalan terlihat hanya tersisa tanah dan bebatuan. Seperti yang didapati dikawasan Simpang Aek Gambir, Adian Tanaon, Simpang Aek Nabara, Adian Napal, Aek Nabontar, Sampuran hingga Muara Pangkase.
Kondisi kerusakan akan terlihat lebih memprihatinkan ketika musim hujan, dimana badan jalan banyak dihiasi kubangan. Dengan kondisi seperti itu, tentu akan menyulitkan bahkan membahayakan bagi warga yang mau kesekolah, membawa hasil alam serta mobilisasi sosial lainnya.
“Jalan yang menjadi akses utama masyarakat untuk sampai di kota kecamatan itu sudah belasan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Seingat saya terakhir kali badan jalan ini diperbaiki sekitar tahun 2008 dan tahun 2010 lalu, jadi sudah berjalan belasan tahun,” ucap Yahya salah seorang warga yang hampir setiap hari melewai badan jalan yang mengalami kerusakan itu.
Hal yang sama juga disampaikan Nasaruddin selaku tokoh masyarakat di wilayah seberang batang gadis itu bahwa kondisi jalan memang sudah lama rusak diperparah dengan terus diguyur hujan sehingga jalan sangat sulit dilalui karena becek dan berbatu.
“Apalagi kalau musim hujan, itu lebih mengkhawatirkan. Karena banyak lubang yang tergenang air dan sulit dilewati oleh warga, guru-guru yang mengajar di kedua desa bahkan puluhan anak sekolah yang setiap hari melintas menuju beberapa sekolah di sekitar ibu kota kecamatan Pasar Kotanopan,” ucapnya.
Yahya dan Nasaruddin berharap ada perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera memperbaiki jalan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan menuju kedua desa berada di kaki bukit Tor Sihite tersebut.
“Wilayah kami boleh dibilang cukup banyak sebagai pemasok sayuran dan hasil alam yang dipasarkan ke pasar Kotanopan.Jadi kami berharap agar Pemkab Madina dapat mendengar aspirasi warga, karena dengan diperbaikinya jalan ke desa kami, otomatis ekonomi warga juga akan semakin meningkat,” pinta keduanya. (MN-10 )









