Begini Kronologi Arhan yang Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Batang Natal

BATANG NATAL, – Arhan Nasution, bocah berusia 4 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa di sungai Batang Natal, Kamis sore (20/1/2022) sekitar pukul 16.00 Wib

Informasi diperoleh dari warga setempat, sebelum kejadian, Arhan bersama ayahnya bernama Anwar Nasution (37) berencana mau mandi ke sungai Batang Natal. Namun, di tengah jalan, mereka menemukan buah durian yang baru jatuh dari pohonnya.

“Seketika ayah korban menyuruh korban menjemput parang ke rumah mereka yang kebetulan belum jauh dari tempat ditemukan durian, parang itu untuk mengupas durian,” sebut warga bermarga Nasution ini

suasana di rumah duka korban meninggal dunia di sungai Batang Natal

Korban yang ditunggu-tunggu hampir satu jam tak kunjung datang. Merasa heran, Anwar menyusul anaknya ke rumah. Tapi, korban yang tadi disuruhnya menjemput parang tidak ada di rumah. Ia pun mencoba menanyakan warga dan tetangga siapa tahu ada yang melihat Arhan.

“Tetangganya tak ada yang tahu di mana si Arhan, lalu ayahnya kembali mencari ke tempat mereka semula tak jauh dari sungai,

“Karena ayahnya sudah khawatir, ia mencari Arhan ke sungai, seketika itu dia melihat ada warga berkerumun di pinggir sungai. Jarak dari tempat mereka ke penemuan Arhan sekitar 200 meter,” jelasnya lagi

“Si Anwar pun mendekat, dan menanyakan warga ada kejadian apa sehingga berkerumun. Ternyata anaknya Arhan lah yang ditemukan warga sudah tidak bernyawa dan badannya juga membiru. Setelah itu korban dibawa ke Puskesmas Muara Soma,” terangnya.

“Saat ini, korban berada di rumah duka di Desa Ampung Padang. Mendengar pengumuman di Masjid, akan dimakamkan hari ini setelah Shalat Jumat,” sambungnya.

Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza yang dihubungi melalui Kapolsek Batang Natal IPTU Jalaluddin Nasution membenarkan peristiwa tersebut

“Berdasarkan pemeriksaan di lapangan tidak ada ditemukan tindakan kekerasan fisik kepada korban. Ini murni kecelakaan yang berawal dari kelalaian orang tua sehingga menyebabkan anak jatuh dan hanyut,” kata Edy Sukamto. (MN-01)