BBM Non-subsidi ke Madina Belum Masuk, Kendaraan Dinas Pemda Terancam Mogok

MADINA – Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Drs. M. Sahnan Pasaribu menyampaikan sampai dengan saat ini Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi belum tersalur ke SPBU di wilayah Madina.

Bisa dipastikan, kelangkaan BBM non-subsidi ini berpeluang besar kendaraan dinas Pemda bisa mogok akibat ketidaktersediaan BBM non-subsidi tersebut.

“Hingga hari ini belum ada pasokan BBM non-subsidi ke Madina, minyak kendaraan dinas pemda hanya sisa yang terdapat di tangki masing-masing kendaraan,” kata Sekda Sahnan Pasaribu, Selasa (2/12/2025).

Di sisi lain, Bupati Madina Saipullah Nasution langsung merespons soal kelangkaan BBM Subsidi di Madina yang menghambat kegiatan warga dan menghambat penanganan darurat bencana hidrometeorologi.

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution tertanggal 1 Desember 2025. Dalam surat bernomor 360/3408/BPBD/2025 itu, Bupati menyampaikan bahwa stok BBM di Madina berada pada kondisi kosong.

“Kondisi BBM di Kabupaten Mandailing Natal dalam keadaan kosong, sehingga pelayanan kedaruratan terganggu, seperti distribusi bantuan sembako, pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan, kebutuhan alat berat, serta proses evakuasi,” tulis Bupati Saipullah dalam surat tersebut.

Situasi ini terjadi setelah penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, dan Tanah Longsor melalui Keputusan Bupati Nomor 360/1065/K/2025 tertanggal 26 November 2025.

Kelangkaan BBM juga memicu antrean panjang di sejumlah SPBU dan menimbulkan keresahan sosial di masyarakat. Sejumlah insiden perselisihan antarwarga dilaporkan terjadi akibat antrean yang mengular.

Sebagai langkah percepatan, Pemkab Madina mengusulkan perubahan jalur distribusi. Selama ini pasokan BBM ke Madina dikirim dari Dumai, Riau, dengan waktu tempuh sekitar 24 jam.

“Jarak tempuh dari Depot Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat lebih dekat ke Mandailing Natal, dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 12 jam. Ini dapat menjadi solusi percepatan pendistribusian BBM,” lanjut Bupati.

Pemkab Madina juga meminta Pertamina menambah kuota BBM di atas alokasi normal, mengingat kebutuhan mobilitas yang meningkat untuk penanganan darurat serta kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Pemerintah daerah berharap langkah cepat Pertamina dapat memulihkan ketersediaan energi di SPBU seluruh wilayah Madina demi kelancaran penanganan bencana.

Surat tersebut ditembuskan kepada Presiden RI, Menteri ESDM, Kepala BNPB, serta Gubernur Sumatera Utara.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Madina Drs. Parlin Lubis, AP, M.Si terus berupaya dalam berkomunikasi dengan Pertamina Patra Niaga Sibolga, terkait pasokan BBM Subsidi ke Madina dari Kota Dumai, Provinsi Riau.

Parlin menyampaikan bahwa informasi terbaru penyaluran BBM Bersubsidi. Truk tangki sedang membongkar Pertalite di SPBU Aek Galoga, SPBU Pasar Baru, dan SPBU Simangambat, hari ini, Selasa (2/12). Jumlah BBM setiap SPBU sebanyak 8.000 Kiloliter.

“Sedangkan SPBU Tano Ponggol di Saba Purba, Purba Baru, BBM jenis Solar, dan SPBU Aek Godang, jenis Pertalite sedang berada di perjalanan menuju Madina. Estimasi tiba malam ini,” kata dia. (FAN)