Hasil Lubuk Larangan Penebus Lahan Pertapakan Madrasah Padang Laru

PANYABUNGAN TIMUR, – lubuk larangan Desa Padang Laru Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah dibuka, Minggu (30/5/2021) sekitar pukul 08.00 pagi.

Lubuk larangan sepanjang 2 kilometer ini peserta banyak yang mendapat ikan mahseer dengan hasil yang berlebih dibandingkan dari tahun sebelumnya.

peserta lubuk larangan Desa Padang Laru Kecamatan Panyabungan timur, Mandailing Natal mendapatkan ikan mahseer lebih banyak dari tahun lalu

Miftahul Huda (25) salah satu yang ikut serta kegiatan buka lubuk larangan berdomisili di Kelurahan Kotasiantar Panyabungan menyebut hasil tangkapan di lubuk larangan itu cukup puas dibandingkan dari lubuk larangan di beberapa Desa yang telah dilaluinya mulai dari hari ketiga bulan syawal 1442 Hijriyah.

“Ini tidak disangka ikannya sangat banyak, biasanya hanya beberapa ikan pilihan yaitu mahseer di setiap lubuk larangan, namun untuk hari ini di Padang Laru ikan mahsernya sangat banyak,” katanya dilokasi pinggiran sungai.

Selain Miftah, pria berumur 30 tahun bernama Hafisuddin juga merasakan hal sama dengan Miftah, ia menyebut sekali saja lempar jaring, model tiket sudah terbayarkan.

“Tiket masuk Rp 60 ribu per orang, saya hanya mengambil 1 tiket saja, Alhamdulillah di lemparan jaring pertama saja saya sudah mendapat ikan mahser berat 3 kilogram. Harga 1 ikan itu saja sudah melebihi harga tiket,” jelasnya.

Ketua Panitia lubuk larangan bernama Rasoki Nasution mengatakan tiket yang disediakan sebanyak 1.300 dan terjual sekitar 700 tiket. Kata dia, hasil dari penjualan tiket dipergunakan untuk kepentingan seluruh masyarakat Desa Padang Laru.

“Tahun lalu, atas nama masyarakat Padang Laru membeli pertapakan madrasah dengan harga Rp 65 juta dengan pembayaran pertama masih Rp 30 juta, dari kesepakatan bersama, sisa yang belum dibayar tahun ini akan kita selesaikan diambil dari hasil penjualan tiket lubuk larangan. Untuk harga tiket kita buat perbedaan, masyarakat Padang Laru cukup membayar Rp 10 ribu saja sedangkan pendatang kita jual Rp 60 ribu,” ujar Rasoki.

Rasoki juga mengungkapkan pemeliharaan lubuk larangan itu sudah menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Padang Laru dan pemberian pakan ikan juga ditanggung bersama.

“Tiga kali dalam setahun kita memberikan pakan ikan yaitu nasi dikutip per rumah tangga waktunya saat penutupan, pertengahan dan pembukaan. Semua masyarakat kompak sehingga hasil dari lubuk larangan ini sudah banyak dipergunakan mulai dari pembelian pertapakan, kelengkapan alat masak pesta dan masih banyak yang lainnya,” hematnya lagi

Menariknya, Rasoki menyebut lubuk larangan itu memiliki hal gaib dibantu dukun dari salah satu Desa di Kecamatan Ranto Baek, gunanya agar ikan tetap bertahan serta siapa yang mencoba untuk mencuri ikan akan terkena dampak penyakit.

“Setiap lubuk larangan penjaganya pasti ada, disini pun kita pakai juga. Dalam waktu tiga kali setahun kita jumpai nenek itu. Tahun 2020 lalu, seorang penangkap ikan yang tidak memiliki tiket terkena serangan juga saat dia terjun ke air, badannya lemas dan pucat. Sebelum kita buka pastinya sudah ada kita imbau, jika dia masih tidak teratur, kita diamkan saja,” tandasnya.

Pantauan MohgaNews disepanjang lubuk larangan ini, masyarakat antusias mulai dari pemain, penonton hingga pemilik kedai kopi dibanjiri pengunjung. Lubuk larangan Desa Padang Laru ini dibuka hanya sekali dalam setahun. (MN-08)