Panyabungan| perusahaan Panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) telah memenuhi panggilan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal (Madina) pada hari Rabu (10/3/2021) kemarin.
Dapat diketahui Pansus terkait musibah yang terjadi pada 25 Januari di wilayah kerja Panasbumi PT SMGP diinisiasi anggota dewan.
Demikian disampaikan Ketua Pansus, Dodi Martua saat membuka rapat dengan manajemen perusahaan.
Selain Dodi yang merupakan politisi Partai Demokrat, hadir anggota Pansus yang lain yaitu Ahmad Budiman Borotan dari PKS, Suhandi dari Gerindra, Zainuddin dari Gerindra, Hidayah Herlina dari Gerindra, Juwita Asmara dan Rahmat Riski Daulay dari Partai Demokrat. Kemudian, Khairun Nasution dan Hj Leli Artati dari Partai Perindo, Arsidin Batubara dan Zubaidah Nasution dari Partai Golkar, seterusnya Maraganti dari Partai Hanura, Saparuddin Ansyari dari PAN dan Ahmad Taufik Siregar dari PKB.
“Setelah menggali nformasi dari beberapa pihak, masyarakat, pemerintah, para ahli dan elemen masyarakat, Pansus perlu mendengar keterangan dari PT SMGP agar menjadi pertimbangan mengeluarkan rekomendasi demi kepentingan semua pihak,” kata Dodi
Dari pihak perusahaan dihadiri Presiden Direktur Riza Pasikki, Doni Masditok sebagai Wakil Kepala Teknik Panasbumi di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, juga didampingi Bapak Pandu sebagai Wakil Kepala Teknik Panasbumi di bidang Goverment Relations
Dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam itu hal-hal yang dibahas termasuk kegiatan terkait usaha, pengeboran, getaran yang dihasilkan, standar peralatan kerja, batas wilayah kerja panasbumi dengan tempat tinggal masyarakat, limbah dan pengelolaannya, tenaga kerja perusahaan, program sosial atau CSR, kesepakatan dengan PLN, juga dibicarakan mengenai kegiatan terkait musibah, buka sumur, kondisi sumur, sosialisasi kepada masyarakat, gas-gas yang membahayakan kehidupan, proses evakuasi, sampai dengan kerjasama dengan kepala desa.
Riza Pasikki yang bertindak sebagai Presiden Direktur PT SMGP menyampaikan pihaknya telah menjalankan rekomendasi Kementerian ESDM RI.
“Kami telah menerima hasil investigasi dari EBTKE Kementerian ESDM RI terkait dengan musibah 25 Januari yang kurang lebih hasilnya sama dengan investigasi internal yang kami lakukan. EBTKE mengeluarkan 12 poin rekomendasi di mana kami sudah selesaikan 10 poin dan sedang mengerjakan 2 poin sisanya,” kata Riza Pasikki,
“Untuk catatan, usaha kami memberdayakan masyarakat lokal adalah sebagai berikut, PT SMGP mempunyai 1.243 orang tenaga kerja di mana lebih dari 640 orang adalah penduduk Mandailing Natal. Ke depan, kami merasa perlu mengadakan koordinasi dengan KADIN karena menurut temuan, partisipasi perusahaan lokal di Mandailing Natal hanya 2% dari total belanja barang dan jasa kami. Kerja sama dengan KADIN nantinya akan meningkatkan penyediaan barang dan jasa dari pengusaha lokal,” tambahnya.
Di akhir Pansus, Arsidin Batubara dalam closing statement rapat ini menekankan komitmen PT SMGP ke depan dalam membenahi segala sesuatunya untuk memastikan rakyat Mandailing Natal yang berdaulat dan merasa aman, nyaman serta
sejahtera hidup berdampingan dengan perusahaan.
Keesokan harinya, Pansus DPRD tersebut kemudian dilanjutkan dengan tinjauan rombongan ke basecamp Purba Lama dan lokasi Well Pad Tanggo Desa Sibanggor Julu milik PT SMGP keesokan harinya yaitu pada hari Kamis (11/3/2021). Kunjungan lapangan tersebut berlangsung tertib dan aman. (MN-01)






