MADINA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat sekitar. Melalui program rutin bulanan, jajaran pegawai Lapas menyalurkan bantuan pangan bagi warga kurang mampu yang tinggal di sekitar lingkungan kerja mereka.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di depan gerbang Lapas Panyabungan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Agenda sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Panyabungan, Bahtiar Sitepu, S.H., M.H., didampingi para pegawai Lapas serta perwakilan personel TNI dari Koramil 13 Panyabungan yang turut bersinergi menjaga keamanan setempat.
Pagi itu, raut wajah lelah puluhan ibu-ibu asal Desa Sipapaga seketika berganti dengan senyum syukur saat menerima paket beras langsung dari tangan Kalapas. Di tengah situasi ekonomi yang tak menentu, bantuan pangan ini hadir bagaikan oase yang meringankan pundak mereka dalam menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan dapur keluarga.

Tidak hanya paket sembako, wujud kepedulian Lapas Panyabungan juga menyasar sektor pendidikan keagamaan dengan menyerahkan bantuan uang tunai kepada pihak Madrasah di Desa Sipapaga.
Masdawani, salah satu warga penerima manfaat, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Baginya, konsistensi Lapas Panyabungan adalah berkah yang sangat berarti.
“Alhamdulillah, bantuan ini setiap bulannya selalu kami terima. Terima kasih banyak. Semoga Bapak Kalapas dan seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan dan dilapangkan rezekinya,” ungkap Masdawani.
Nada syukurnya senada dengan apa yang dirasakan oleh Mak Cantik, warga setempat lainnya. Ia memuji ketulusan Kalapas baru yang dinilai sangat membumi dan peka terhadap kondisi sosial warga sekitar.
“Bapak Kalapas Panyabungan yang baru ini sangat mau bermasyarakat. Beliau orang baik yang rasa sosialnya tinggi. Doa kami, semoga Bapak sehat selalu dan semakin sukses dalam bertugas,” tuturnya.
Merespons apresiasi warga, Kalapas Panyabungan, Bahtiar Sitepu, menegaskan bahwa program berbagi ini akan terus dipertahankan. Sejak pertama kali menginjakkan kaki dan bertugas di Madina, ia memang berkomitmen menjadikan program ini sebagai jembatan silaturahmi dan kepedulian antara Lapas dengan masyarakat.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Bahtiar menjelaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk mengulurkan tangan kepada sesama.
“Meskipun anggaran terbatas dan kami harus melakukan berbagai efisiensi, hal itu sama sekali tidak mengganggu program kami di Lapas untuk saling berbagi. Karena kebahagiaan warga sekitar adalah bagian dari tanggung jawab moral kami,” tegas Bahtiar.
Di samping memupuk rasa kepedulian sosial, Bahtiar Sitepu juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal di Lapas Panyabungan, memastikan institusi yang dipimpinnya bersih dan berjalan tegak lurus di atas aturan yang berlaku. (FAN)





