MADINA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Irsal Pariadi, SSTP, menanggapi aspirasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Madina terkait desakan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) sebelum cuti bersama Idulfitri 1447 H.
Irsal menegaskan bahwa proses pencairan ADD maupun Dana Desa (DD) sebenarnya sudah bisa diusulkan sejak awal Maret 2026. Namun, ia menekankan pentingnya kepatuhan administratif sebagai syarat mutlak penyaluran dana tersebut.
Menurut Irsal, Pemerintah Desa wajib merampungkan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun berjalan serta menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (SPJ) realisasi tahun 2025.
“Pengusulan pencairan diharapkan harus selesai APBDes, biar tidak terbiasa tanpa dokumen bisa cair,” tegas Irsal di Panyabungan, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, saat ini sejumlah desa di tiga kecamatan di Madina telah memasuki tahap pengusulan. Jika dokumen lengkap, pencairan tahap pertama dipastikan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Terkait kendala teknis, Irsal memastikan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sudah rampung dan siap dioperasikan oleh pihak desa. Ia berharap APDESI berperan aktif mendorong desa-desa agar memperbaiki tata kelola administrasi keuangan.
Sebelumnya diberitakan, Ketua APDESI Madina Miswaruddin, SE, mendesak Dinas PMD dan Bupati Madina Saipullah Nasution agar peduli nasib dari aparat desa yang mulai Januari sampai Maret belum menerima gaji atau honor.
APDESI meminta agar ADD periode Januari hingga Maret 2026 segera disalurkan sebelum memasuki cuti bersama Idulfitri 1447 H.
“Kami bermohon kepada Bapak Bupati Madina agar ADD khusus gaji itu bisa dicairkan sebelum Lebaran tiba. Para perangkat desa sangat mengharapkan gaji itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi di momen menyambut hari raya,” ujar Miswaruddin.
Pencairan ADD dianggap bukan sekadar urusan administratif, melainkan motor penggerak ekonomi daerah. Dengan tersalurkannya gaji bagi ribuan perangkat desa, daya beli masyarakat di wilayah Madina dipastikan akan meningkat. (FAN)






