BMIR Dukung Program Pengembangan Pertanian di Madina

MohgaNews|Madina – Barisan Muda Indonesia Raya (BMIR) Mandailing Natal (Madina) menyatakan kesiapannya mendukung program Pemerintah khususnya didalam pengembangan pertanian holtikultura.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua BMIR Madina, Putra Lubis ketika silaturrahmi dengan Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution di ruang kerjanya di komplek perkantoran Payaloting Panyabungan, Kamis (31/10).

Putra Lubis didampingi Wakil Ketua BMIR Azmizar Yusuf Hasibuan ST beserta sejumlah pengurus. Dan, turut hadir tokoh adat budaya Madina Ali Rahman Nasution SH serta Kepala Dinas Pemuda Olahraga Rahmat Hidayat dan perwakilan Kepala dinas pertanian.

Ketua BMIR Madina Putra Lubis menyampaikan, untuk pengembangan pertanian khusus di bidang holtikuktura, BMIR telah membuat kebun percontohan Pepaya Calina di Desa Runding Kecamatan Barat.

Inisiasi pembuatan kebun percontohan ini dilakukan sebagai menyiasati harga karet dan komoditi kainnya yang anjlok.

Ia menyebut, dari hasil pertanian tersebut telah menghasilkan 10 ton Pepaya setiap minggunya untuk dikirim ke Medan, dan dari Medan papaya Calina dari Madina itu juga sudah menembus pasar luar negeri yaitu Singapura.

Pada kesempatan itu, Putra juga menyampaikan dukungannya terhadap program-program yang dilaksanakan Pemerintah Daerah termasuk sinkronisasi dalam hal program perhutanan sosial kopi, pisang, dan nenas.

“BMIR siap mendukung program Pemerintah terutama dalam peningkatan pertanian, holtikultura, adat budaya, agama dan Pariwisata, dan kami siap bekerjasama dengan Pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Madina dalam rangka menumbuhkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution menyambut baik dukungan yang diberikan BMIR Madina.

“Kita sependapat dengan program-program BMIR, khususnya didalam mengangkatkan perekonomian Madina,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berkomitmen akan melibatkan BMIR dalam program-program yang dilaksanakan Pemerintah termasuk alih fungsi lahan ganja di Panyabungan Timur melalui program perhutanan sosial, pengembalian kejayaan kopi Mandailing, dan pembukaan kebun nenas dan pisang.

“Mengingat tujuan didirikannya BMIR adalah untuk merajut persatuan bangsa untuk itu organisasi ini kedepan harus bisa bergandeng tangan dengan pemuka agama, tokoh adat dan budaya dan Pers,” pesan Dahlan yang juga selaku tokoh pendiri BMIR di pusat. (MN-01)