Hari Santri Sebagai Penyemangat Media Dakwah Para Santri

HARI Santri Nasional adalah sebuah peringatan yang memiliki akar fatwa yang disampaikan oleh K.H. Hasyim Asy’ari dalam memimpin revolusi jihad di kalangan Kyai Pesantren, memainkan peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan upaya mengusir penjajahan Belanda pada saat itu.

Sejak diterbitkannya Keputusan presiden (Keppres) Republik Indonesia nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri seolah memberikan panduan bagi pemangku pesantren, santri dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2023 dengan tema jihad santri jayakan negeri.

Saat ini santri tidak lagi melawan penjajah seperti dalam sejarah perjuangannya. Namun, peran mereka adalah berdakwah dan mengingatkan masyarakat agar tetap berada di jalur yang benar, tetap berada di jalan Islam dan tidak terpengaruh oleh ideologi dan budaya-budaya Barat. Momentum peringatan nasional ini diharapkan menjadi media Santri dalam berdakwah mengajarkan ajaran-ajaran Islam dan budaya Islam. Sebagai barisan terdepan melawan ketidakpahaman, kebodohan dan ketertinggalan santri kiranya mampu memanfaatkan momen ini untuk berdakwah melalui parfum media sosial yang ada.

Hari santri nasional adalah saat yang tepat memberikan semangat kepada santri sebagai penghargaan atas kontribusi dalam memajukan bangsa dan negeri ini. Mari kita dukung dan dorong mereka dalam perjuangan Jihad Santri Jayakan Negeri. Peran santri dalam masyarakat tidak dapat dipisahkan dari peran penting yang dimainkan oleh para Kyai / Ulama yang mendidik mereka di pesantren dengan tujuan menyebarkan pengetahuan Islam yang benar memberikan penjelasan yang akurat serta ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat.

Perkembangan teknologi terutama media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berbagi informasi. Melalui Hari Santri Nasional ini, santri harus mampu menjadikan platform media sosial sebagai sarana dakwah guna kontribusi yang lebih besar lagi untuk perubahan positif dalam masyarakat. Peran dalam berdakwah, menyerukan kebaikan dan menjadi contoh dalam tindakan masyarakat dalam dunia nyata maupun media sosial.

Penulis: Muhammad Hatta
Mahasiswa Pascasarjana program studi komunikasi dan penyiaran UIN Syahada Padangsidimpuan