MADINA, Mohga – Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Mandailing Natal begitu luar biasa dan itu tidak dapat kita dipungkiri. Namun, di usia Madina yg sudah 24 tahun ini dapat dilihat bahwa potensi SDA kita belum dapat berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Madina, mengingat masih tingginya angka kemiskinan dan masih timpangnya tingkat kesejahteraan masyarakat di Madina.
Ini dapat menjadi cerminan bahwa potensi SDA kita belum dapat digunakan secara maksimal bagi kemaslahatan ummat secara menyeluruh, namun ini berarti masih ada harapan dan upaya untuk memaksimalkannya. Demikian disampaikan M. Irwansyah Lubis salah satu tokoh masyarakat Madina melalui keterangan pers yang diterima mohganews menyikapi potensi SDA Madina dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di Panyabungan (27/06/2023)
Irwansyah yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina ini berpendapat bahwa program-program untuk memaksimalkan potensi SDA selama ini belum sepenuhnya dapat menyentuh kepada masyarakat.
“Karena banyak kita lihat masih sebatas rutinitas dan belum menampakkan lompatan-lompatan yang cukup berarti. Jika kita jujur potensi SDA kita masih lebih banyak memberi manfaat kepada korporasi dan investor besar. Bentangan lahan yang luas dan subur pemanfaatannya masih didominasi oleh tanaman sawit perusahaan-perusahaan besar. Kekayaan laut juga belum maksimal tergali untuk kesejahteraan masyarakat nelayan Madina. Begitu juga dengan potensi tambang yang belum dapat maksimal dimanfaatkan masyarakat kecil, urusan legalisasi tambang rakyat juga belum dapat dijalankan,” kata Irwansyah
“Dari yang kita lihat dilapangan, secara mayoritas, nyaris yang dapat dimanfaatkan masyarakat hanyalah lahan pertanian dan perkebunan tradisonal rakyat yang diwariskan secara turun temurun dari orang-orang tua kita terdahulu, jadi bagaimana kesejahteraan masyarakat akan meningkat? Dimana pemgembangan dan inovasinya? Apalagi pengelolaannya masih sebatas tradisonal dan konvesional, apalagi terkadang sering menemui kendala dan kurang mendapatkan perhatian pemerintah, padahal ini sebenarnya yang menjadi kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas dan urusan wajib pemerintah selama ini” jelas Irwansyah
Irwan juga memaparkan harapannya bagaimana potensi SDA ini dapat memberi manfaat sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan hanya korporasi dan sejumlah elit saja. Menurutnya ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian seluruh stake holder.
Yang pertama perlunya pembinaan, pendampingan dan perhatian lebih untuk peningkatan usaha pertanian, perkebunan tradisional masyarakat yang menjadi sumber penghasilan mayoritas masyarakat kita.
Kedua perlu langkah-lankah komprehensif untuk menyikapi berbagai investasi terutama yang mengeruk dan memanfaatkan SDA kita agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat baik melalui pembinaan, CSR yang terukur, bapak angkat, bagi hasil, atau penyertaan saham dan yang salah satunya yang paling penting perlunya audit investigatif terhadap keabsahan lahan dan berbagai permasalahan lahan dan konflik agraria antar masyarakat dan perusahaan.
Ketiga Pengembangan potensi SDA perikanan dan kelautan baik membuka investor baru maupun pembinaan dan pendampingan terhadap nelayan tradisional.
Keempat Pentingnya pemanfaatan potensi tambang Madina yang begitu luar biasa, baik untuk skala besar bagi korporasi maupun untuk tambang rakyat yang dilengkapi dengan legalisasi.
Kelima memaksimalkan sarana dan prasarana penunjang usaha masyarakat sehingga dapat mempermudah jalannya usaha masyarakat baik akses infrastruktur, permodalan dan kebijakan serta regulasi ditingkat daerah.
Keenam membentuk dan memberdayakan BUMD maupun BUMDES sebagai pengelola Potensi SDA yang ada dam potensial untuk digali baik Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Pertambangan dan potensi SDA lainnya “
Ditanya terkait mengenai program percepatan pembanguan yang digagas Bupati Madina dan TP2D yang sudah mendapat dukungan dari tiga kementerian, Irwansyah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas langkah strategis Pemda dan TP2D ini. karena itu juga merupakan sebuah ‘lompatan’ dalam upaya akselerasi pembangunan daerah kita dan dapat menjadi solusi dan mengisi salah satu ‘ruang kosong’ kita dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat”.
Secara umum menurut Irwan yang juga mantan aktivis HMI ini bahwa program-program gagasan Pemda dan TP2D ini akan dapat melahirkan usaha dan tentunya pengusaha-pengusaha baru yang tumbuh dari masyarakat sendiri, seperti perhutanan sosial dapat menjadi salah satu solusi dari keterbatasan lahan berusaha masyarakat. Begitu juga bagi Koperasi dan UMKM dapat memanfaatkan dana bergulir untuk pengembangan usahanya. Ditambah lagi dengan terbukanya beberapa peluang dan dukungan berinvestasi bagi pengusaha lokal di bidang perikanan dan kelautan yann dapat menunjang perekonomian masyarakat nelayan.
“Jadi menurut saya kesempatan ini tidak boleh dilewatkan,” pungkasnya. (MN-01/rel)






