MADINA, Mohga – kesebelasan Panyabungan III yang dinyatakan lolos ke babak final turnamen sepakbola Danyon Rajawali Cup II 2023 menjamin tidak akan ada kerusuhan selama pertandingan berlangsung hingga selesai.
Grand final tersebut akan berlangsung, Minggu (19/3/2023) di lapangan Kompi Senapan B 123/RW Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan. Panyabungan III akan berhadapan dengan tim tangguh bernama Old Crack Madina FC.
Achank, tokoh pemuda Banjar Sibaguri Kelurahan Panyabungan III mengaku siap menjamin kekondusifan seluruh suporter dan masyarakat Panyabungan III yang akan menyaksikan pertandingan besok.
“Ribut-ribut kan enggak ada gunanya. Ini ajang pencarian bakat, dan sama-sama warga Madina juga. Pada intinya suporter Panyabungan III siap menjunjung tinggi sportifitas di grand final besok,” katanya, Sabtu (18/3/2023).
Langkah tersebut menurut Achank adalah hal yang sangat baik serta menunjukkan sikap profesional dari masyarakat Panyabungan III. Tindakan kerusuhan, tegas dia, adalah suatu cara-cara orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin berniat merusak olahraga persepakbolaan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
“Kericuhan dan hal yang dapat menyebabkan terganggu jalannya pertandingan yang menimbulkan tercorengnya dunia persepakbolaan di Mandailing Natal. Mari kita junjung tinggi sportifitas, hari ini kita, besok juga kita. Kita semua bersaudara,” ungkapnya.
Di sisi lain, Acank mengaku beberapa pemain dari tim Old Crack Madina itu merupakan pemain senior dari Panyabungan III. Achank menyebut dia sendiri besok akan turun secara langsung memandu para suporter Panyabungan III dan mengawal hingga pertandingan dinyatakan selesai.
“Harapan kita tim Panyabungan III keluar sebagai pemenang pada turnamen bergengsi itu. Kalah-menang adalah hal yang biasa di dalam pertandingan, itu pasti akan kita terima juga. Toh, beberapa pemain Old Crack juga para senior yang tinggal di Panyabungan III,” ujarnya. (MN-08)






