Di Panyabungan, Harga Cabai Merah Tembus Rp 70 Ribu Perkilo

MADINA, Mohga – para pedagang sayur di Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluhkan kenaikan harga sayuran termasuk cabai merah yang menembus harga Rp 70 Ribu per kilogramnya.

Beberapa jenis sayuran termasuk kol, cabai merah, cabai kering dan cabai rawit membawa dampak penurunan pada penjualan mereka.

Seperti pengakuan Suyono (35) di pasar baru Panyabungan, ia mengeluhkan bahwa daya tarik pembeli semakin menurun sejak harga cabai dan kol naik kurun waktu sepekan ini.

Biasanya, Suyono menyebut cabai merah dari Siborong-borong habis 50 kilogram setiap hari. Namun, semenjak kenaikan harga, pelanggan beralih ke cabai merah kering.

”cabai merah kering ini kan tinggi juga harganya, tapi kalah sudah dihaluskan, dalam sekilo hasilnya bisa diperoleh 1,5 hingga 2 kilogram. Makanya pelanggan mengarah ke situ,” ujarnya, Sabtu (11/6/2022).

Suyono menerangkan, kenaikan harga cabai tersebut akibat dampak stok cabai di soborong-borong terbatas. Dalam setiap harinya mulai pekan lalu naik Rp 5 ribu perkilogram.

”kol juga naik Rp 5 ribu perkilogram. Pada intinya kita kategorikan harga sayuran semakin tinggi dalam waktu sepekan ini,” terangnya.

Suyono juga membeberkan kualitas cabai dari siborong-borong dengan cabai kampung dari hasil tani di Madina jauh beda, mulai dari ukuran cabai hingga rasa pedasnya.

”harga kan sama, sementara kualitas sangat berbeda. Makanya kami pilih dari luar daerah saja,” imbuhnya.

Sementara salah seorang pembeli cabai di lapak Suyono bernama Efridawati Lubis juga mengeluh atas kenaikan harga cabai merah. Ia memutuskan membeli cabai kering untuk keperluan pesta pernikahan adeknya di Kelurahan Kotasiantar.

”mahal harganya, pekan lalu masih Rp 38 ribu. Sementara yang kami perlukan cukup banyak, tidak ada pilihan lain harus dicampur dengan cabai merah kering,” ungkapnya. (MN-08)