16 Orang Nelayan Mandailing Natal Ditangkap DKP Sumatera Barat

BATAHAN, – 16 orang nelayan yang berasal dari Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diamankan personel Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat di kawasan Teluk Ilalang, Batahan, Sabtu pagi (9/10/2021)

Informasi diperoleh dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madina, Drs Sahnan Pasaribu. Selain 16 orang nelayan, petugas juga mengamankan tiga unit kapal yang digunakan 16 orang tersebut.

Razia yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini berawal dari laporan nelayan nelayan Air Bangis, Pasaman Barat. Yang mana beberapa pekan belakangan ada kapal nelayan dari Mandailing Natal yang masuk perairan Air Bangis mencari ikan menggunakan pukat trowl. Sementara nelayan setempat biasanya menangkap ikan dengan menggunakan jaring

“Lalu nelayan Air Bangis Sumatera Barat merasa terganggu dengan kegiatan oknum nelayan dari Batahan Mandailing Natal dikarenakan alat tangkap yang digunakan pukat trowl. Masyarakat setempat melaporkan keberatan mereka kepada Pemerintah Daerah setempat untuk memberikan tindakan sebagai bentuk efek jera dengan melakukan razia kapal nelayan dari Batahan,” terang Sahnan Pasaribu melalui keterangan pers yang diterima MohgaNews

“Sehingga pada hari Sabtu kemarin, kapal razia gabungan DKP Provinsi Sumatera Barat mendatangi nelayan kita di areal teluk ilalang Batahan. 16 orang ABK (nelayan) kita beserta 3 unit kapal dibawa petugas ke pelabuhan Bunguih, Kota Padang, tanpa ada perlawanan. Petugas DKP Sumatera Barat membawa ke Padang bukan ke pelabuhan Air Bangis dikarenakan khawatit menimbulkan kesalahpahaman dengan warga atau nelayan setempat,” kata Sahnan

Camat Batahan, Irsal Pariadi SSTP menambahkan, 16 orang ABK yang terkena razia tersebut saat ini sudah berada di Kota Padang

“Pagi ini nelayan kita sudah berada di Padang dalam kondisi sehat dan diperlakukan dengan baik tanpa ada tindakan kekerasan. Dan kondisi warga di Batahan aman dan baik, hanya saja pemilik kapal dan keluarga ABK yang diamankan khawatir, dan berharap masalah ini cepat selesai dan nelayan kita bisa kembali pulang,” kata Irsal

“Kami berharap masyarakat tidak ada yang terpancing dan memancing untuk menyulut emosi ywng dapat merugikan dan mempersulit penyelesaian masalah ini,” imbaunya

Camat Irsal juga menjelaskan, sesuai arahan Bupati Mandailing Natal, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution, beberapa upaya sudah dilakukan.

“Beberapa upaya yang kami lakukan seperti memberikan pemahaman kepada pihak keluarga nelayan, berkoordinasi dengan Muspika dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini ke kantor DKP Sumatera Barat di Padang,

“Kami juga meminta bantuan sesama aparat keamanan laut, kepolisian, dan meminta bantuan dan pertimbangan kepada pejabat pemprov sumbar serta meminta bantuan melalui tokoh dan ninik mamak adat unt mendorong penyelesaian masalah ini. Dan, pihak pemilik kapal dan keluarga ABK berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat, kekeluargaan dan damai dengan berjanji dan menjamin tidak akan melaut memasuki areal perairan Sumbar apabila kapal dan alat tangkap nelayan tidak sesuai dengan ketentuan,” jelas Irsal.

Informasi penangkapan nelayan Mandailing Natal ini sudah mulai dibicarakan masyarakat. Terlebih ada postingan kejadian di akun media sosial Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia yang menyebut soal penangkapan nelayan Madina ini. (MN-01)