Panyabungan| anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar, Zubaidah Nasution menyesalkan perlakuan dan ucapan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kepada ulama dari Madina yang ketemu untuk menyampaikan keinginan masyarakat soal sekolah tatap muka
“Apabila benar pak Gubernur berkata demikian dengan mengeluarkan kalimat kasar kepada Ulama kita. Itu sangat tidak pantas, itu tidak mencerminkan seorang pemimpin dan kepala daerah,
“Ulama kita menemui Gubernur bukan atas kehendak sendiri, mereka membawa keinginan masyarakat soal sekolah tatap muka. Ini sebuah kejadian yang sungguh menyedihkan. Tetapi, kita tunggu sama-sama apa penjelasan Gubernur Sumut soal ini,” kata Zubaidah
Di sisi lain, Zubaidah mendukung statemen Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis soal ketegasan supaya dilakukan sekolah tatap muka
“Saya mendukung apa yang disampaikan ketua DPRD kemarin. Kasihan kita sama orang tua. Di sekolah anak saya saja orang tua sudah membuat surat pernyataan memakai materai supaya dibolehkan sekolah tatap muka, dan pihak sekolah juga bersedia mengikuti prosedur apapun supaya sekolah tatap muka bisa dimulai,
“Tetapi tiba-tiba pemerintah kembali memutuskan menunda hingga waktu tidak dipastikan. Semua orang tua murid sangat resah, bahkan ada ibu-ibu yang cerita anaknya tidak bisa lagi berhitung karena lamanya tidak sekolah, sementara orang tua sibuk cari penghidupan. Dan banyak orang tua yang sudah tidak pandai lagi sama sekali mengajarkan pelajaran itu,” terang Zubaidah
Ia berharap pemerintah kembali meninjau aturan dan melihat kondisi daerah apakah memungkinkan layak dibuka sekolah tatap muka. (MN-01)






