MADINA – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Zubaidah Nasution, S.Sos, resmi menemui Kapolres Madina, AKBP Bagus Priandy, SIK, MSI, di ruang kerjanya di Mapolres Madina, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan ini dilakukan sebagai tindak lanjut langsung atas aspirasi dan keresahan mendalam masyarakat Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, terkait maraknya peredaran narkoba secara terang-terangan di wilayah tersebut. Keluhan tersebut sebelumnya mencuat dalam agenda Reses II Zubaidah Nasution yang digelar pada Sabtu (16/5/2026) lalu.
“Hari ini saya menunaikan janji saya atas permintaan Kepala Desa agar difasilitasi bertemu dengan Bapak Kapolres Madina. Kita membahas khusus soal peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan di Jambur Padang Matinggi,” kata Zubaidah usai pertemuan.
Zubaidah menjelaskan, pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung dengan sangat baik. Kapolres Madina menyambut positif dan menyatakan dukungan penuhnya terhadap gerakan masyarakat dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.
“Polres Madina siap membersihkan narkoba di wilayah tersebut dengan dukungan bantuan informasi dari masyarakat. Kata Kapolres, personel mereka siap dihubungi 24 jam,” jelas politisi perempuan ini.
Sebagai bagian dari lembaga legislatif, Zubaidah mengapresiasi respons cepat AKBP Bagus Priandy beserta jajaran. Ia menegaskan dukungannya terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Kita dukung penuh langkah aparat penegak hukum untuk memberantas narkoba, mulai dari tingkat bandar hingga pengedar. Sementara untuk kategori pengguna atau korban, mari kita obati melalui jalur rehabilitasi,” tambahnya.
Sebelumnya pada saat Reses II, seluruh elemen masyarakat Desa Jambur Padang Matinggi—mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda, hingga kaum ibu-ibu—secara blak-blakan meminta Zubaidah menjembatani masalah ini ke pucuk pimpinan Polres Madina.
Kepala Desa Jambur Padang Matinggi, Khoirul Anwar, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas gerak cepat srikandi DPRD Madina tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini pesan dan jeritan hati masyarakat saya sudah langsung disampaikan ke Kapolres Madina melalui Ibu Zubaidah,” ungkap Kades.
Keresahan serupa juga sempat diutarakan salah seorang warga, Berlian Hasibuan, saat dialog reses. Ia berharap ada edukasi pencegahan dini serta solusi konkret bagi anak-anak yang terlanjur menjadi korban ketergantungan.
“Jika ada anak yang terlibat, bagaimana cara pencegahan sedini mungkin? Kami berharap mereka direhabilitasi untuk disembuhkan, bukan langsung dipenjara,” tutur Berlian kala itu.
Menanggapi hal tersebut, Zubaidah yang juga seorang ibu mengaku sangat prihatin dan berkomitmen akan terus mengawal isu ini. Ia menegaskan bahwa regulasi hukum saat ini memang memprioritaskan penyembuhan bagi pemakai murni (bukan pengedar) melalui mekanisme rehabilitasi medis maupun sosial. (FAN)












