Warga Resah Kerumunan Lalat Hinggap ke Pemukiman Warga Sikapas

Muara Batang Gadis | Dalam satu bulan ini warga Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resah atas kerumunan lalat yang hinggap ke pemukiman mereka.

Kemunculan hama lalat dengan jumlah besar ini diduga berasal dari limbah pengelolahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tandan kosong salah satu perusahaan sawit yang ada di wilayah itu.

Harisman Sikumbang, Ketua Karang Taruna Desa Sikapas kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021) menyampaikan, keberadaan hama lalat dalam sebulan terakhir ini telah membuat warga resah, bahkan mereka terpaksa harus menutup jendela mereka untuk menghindari kemunculan hama tersebut.

“Sebulan terakhir kerumunan lalat yang begitu besar itu telah membuat masyarakat resah, siang maupun malam hari,” katanya.

Ia menyebut, untuk mengantisipasi kemunculan lalat itu para warga juga telah sering melaksanakan penyemprotan, meskipun begitu hama lalat masih terlihat banyak.

Dengan kehadiran lalat yang tidak wajar itu dikhawatirkan dapat menularkan penyakit kepada warga. Ia meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan penyemprotan.

Sementara itu, Humas PT MAL, Sadri menyampaikan, untuk mencegah kemunculan hama lalat tersebut pihak perusahaan sendiri sendiri telah melaksanakan penyemprotan dengan cara Fogging.

Penyemprotan sendiri dilaksanakan secara bertahap yang mana dimulai dari perumahan karyawan dan seterusnya ke permukiman warga yang ada di Desa Sikapas dan Desa Batu Mundom.

“saat ini sedang musim lalat, untuk pencegahannya kita akan melakukan Fogging secara bertahap yang mana dimulai dari lingkungan perusahaan baru nanti ke permukiman warga yang ada di Desa Sikapas dan Desa Batu Mundom,” sebut Sadri yang juga warga Desa Sikapas itu.

Asal hama lalat ini sendiri tidak diketahui Sadri dari mana datangnya, namun dia menyebut kalau saat ini di daerah Sikapas lagi musim lalat.

“Namanya juga musim-musiman pak. Kalau lagi musimnya datang dia. Kalau tidak musim ga nampak lagi,” ujarnya.

Meskipun begitu, kata Sadri pihak perusahaan selalu melakukan penyemprotan apabila musim lalat. (MN-14)