MADINA – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, meninjau lahan pertanian di Saba Lama, Desa Sayur Matua, Kecamatan Nagajuang, Senin (4/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Atika memberikan instruksi tegas agar pengerjaan Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 17 hektare tidak meleset dari jadwal yang telah ditetapkan.
Proyek yang meliputi rehabilitasi lahan dan normalisasi Sungai Aek Namora ini dilaksanakan oleh pihak mitra dari Kodam I/Bukit Barisan. Di hadapan pelaksana lapangan, Atika menegaskan akan kembali melakukan kunjungan ke Saba Lama pada pekan depan.
“Senin, 11 Mei mendatang, saya akan hadir kembali di sini untuk mengecek kondisi di lapangan. Saya ingin memastikan semua berjalan sesuai komitmen,” kata Atika.
Dalam dialog di lokasi, pihak mitra yang berkoordinasi dengan Kodam I/BB menjelaskan bahwa pengerjaan sempat terkendala teknis. Satu unit ekskavator yang direncanakan tiba hari ini mengalami kerusakan mesin saat hendak dinaikkan ke atas truk pengangkut (trado).
“Rencananya hari ini ekskavator masuk, namun ada kendala mesin. Kami upayakan besok sudah mulai bekerja, dan dalam dua hari ke depan unit buldoser juga akan kita turunkan ke lokasi,” ungkap perwakilan mitra tersebut kepada Wabup.
Menanggapi kendala tersebut, Atika meminta pelaksana kerja untuk memacu ritme pengerjaan. Ia menekankan bahwa sisa waktu 24 hari kerja harus dimaksimalkan untuk menggarap lahan seluas 17 hektare di Saba Lama. Sesuai kontrak, proyek ini ditargetkan rampung pada 28 Mei 2026.
“Karena menggunakan alat berat, waktu 24 hari itu sebenarnya cukup longgar untuk lahan 17 hektare. Saya minta pengerjaan tepat waktu agar masyarakat bisa segera kembali turun ke sawah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Atika mengimbau para petani di Desa Sayur Matua untuk turut berpartisipasi dan membantu proses di lapangan demi kelancaran bersama. Ia menjelaskan bahwa meski tidak ada anggaran upah khusus bagi warga dalam proyek ini, gotong royong sangat diperlukan.
Sebagai bentuk dukungan pasca-konstruksi, Pemerintah Kabupaten Madina telah menyiapkan skema bantuan bagi petani terdampak. Jika normalisasi lahan rampung, Pemkab akan menyalurkan bantuan benih padi yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian.
“Kita pastikan petani tidak berjuang sendirian. Setelah lahan siap, bantuan benih sudah kita siapkan agar produktivitas lahan kembali normal,” pungkasnya. (FAN)












