Kasus DBD Tahun 2023 di RSUD Panyabungan: 3 Anak Meninggal Dunia

MADINA – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terhadap anak yang dirawat di RSUD Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama tahun 2023 berjumlah 153 korban. Efek DBD itu sudah memakan 3 korban anak meninggal dunia.

Data ini terungkap saat Mohganews meminta jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Panyabungan selama tahun 2023, Jum’at (5/1/2024).

Admin Bagian pelaporan surveilans RSUD Panyabungan Habibi Pulungan menyebut korban meninggal terjadi pada akhir November hingga Akhir Desember 2023 lalu.

“Sudah tiga orang korban meninggal dunia kasus DBD. Akhir November 2023 lalu dua orang anak, menyusul akhir Desember 1 orang asal Desa Salambue Kecamatan Panyabungan atas nama AH berusia 5 tahun,” kata Habibi.

Habibi mengaku tidak bisa berkomentar jauh soal kasus DBD di RSUD Panyabungan. Namun dia memastikan puncak DBD pasien rawat inap berada pada akhir tahun 2023.

Sementara Kadis Kesehatan Madina dr. Muhammad Faisal Situmorang saat dimintai keterangan soal kondisi DBD di Madina menyuruh agar dikonfirmasi ke Kepala Bidang yang membidangi di Dinas Kesehatan.

“Boleh, tapi ke Kabid (Kepala Bidang), ya,” ucap Faisal sembari mengaku sedang tugas di Dinkes Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya, Mohganews berupaya meminta keterangan Kabid yang dimaksud, namun belum ada tanggapan.

Dilansir dari laman Google soal penjelasan DBD menerangkan DBD adalah penyakit virus yang dibawa oleh nyamuk, yang terjadi di daerah tropis dan subtropis.

Orang yang terinfeksi virus ini untuk kedua kalinya memiliki risiko yang jauh lebih besar terserang penyakit parah.

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang menular melalui nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Gejala DBD yang umum adalah demam tinggi dan gejala seperti flu.

Sementara itu, pada DBD yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian. (FAN/int)