MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution, SH MM, mengunjungi masyarakat Desa Simpang Pining, Kecamatan Ulu Pungkut pascabencana di wilayah tersebut, Kamis (11/12/2025).
Kunjungan Bupati Madina itu didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah seperti Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra, Kepala Dinas Kominfo Rahmad Hidayat, Kepala Dinas PUPR Faisal Lubis, dan pejabat lainnya.
Selama di perjalanan, Bupati Madina dan tim menghitung titik-titik yang terdampak bencana alam terjadi pada akhir November 2025. Ada tanah longsor, sawah rusak, irigasi rusak dan jalan amblas.
Bupati mengatakan, sejak bencana alam kemarin, baru hari ini terbuka akses ke desa tersebut. “Hari ini saya mengunjungi masyarakat saya yang sempat terisolasi akibat jalan amblas dan tanah longsor,” kata dia.
Saipullah menjelaskan, ada dua titik jalan amblas, tiga titik longsor, irigasi rusak, dan 20 hektare lahan pertanian rusak total atau puso, dan dua unit musala rusak total akibat bencana alam di wilayah itu.
“Titik-titik jalan yang longsor itu akan kita pasang Bronjong supaya kerusakannya tidak semakin parah. Jika jalan itu terputus, maka akan menyulitkan akses masyarakat dan anak-anak sekolah,” ucapnya.
Bupati Madina menyebut anggaran pemasangan Bronjong itu dana bantuan pascabencana dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pihaknya sudah menghitung biaya perbaikan tersebut.
“Sebagian dana bantuan bencana dari Provinsi itu akan kita alihkan ke Simpang Pining ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati Madina mengaku bahwasanya Pemda Madina telah mengihitung kerugian dampak bencana alam di wilayah Madina.
“Total kerugian itu sudah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri. Mereka sedang verifikasi data untuk diusulkan ke Presiden khusus pemulihan bencana,” jelas Bupati Madina.
Diketahui, total kerugian dampak bencana alam di Kabupaten Madina tembus Rp212 miliar lebih. Ada empat sektor yang terdampak bencana yakni Infrastruktur, Ekonomi, Sosial, dan Perumahan. (FAN)






