MADINA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merilis data bencana alam banjir, longsor dan pohon tumbang pada 23 Kecamatan yang ada di Madina, Rabu (20/12/2023).
Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution kepada Mohganews memberikan daftar masing-masing kecamatan yang dilanda bencana alam, baik itu kondisi parah, sedang dan ringan.
Deteksi cuaca BMKG yang dilansir BPBD Madina, tiga kecamatan sedang dilanda hujan lebat yakni Kecamatan Panyabungan Selatan, Lembah Sorik Marapi dan Puncak Sorik Marapi. Sementara 20 kecamatan lainnya dilanda hujan sedang dan ringan dengan peristiwa nihil.
Kecamatan Panyabungan Selatan terjadi tanah longsor dan pohon tumbang. Tanah longsor terjadi di Kelurahan Tano Bato pada Rabu (20/12) pukul 21.00 Wib akibat curah hujan yang tinggi. Pohon tumbang terjadi di Desa Kayulat pada Rabu (20/12) pukul 20.30 Wib akibat curah hujan yang tinggi.
Kecamatan Lembah Sorik Marapi terjadi banjir luapan Aek Singolot pukul 20.35 Wib mengakibatkan 36 pondok santri Mustafawiyah hanyut dan dua unit rumah warga rusak berat pemik atas nama Lokot Toguan dan Imran.
Satu orang santri bernama Nur Rahmad Hidayat (19) warga Provinsi Sumatera Barat mengalami luka dan sudah mendapat perawatan dari petugas medis di RSUD Panyabungan.
Kecamatan Puncak Sorik Marapi tepatnya di Desa Purba Julu terjadi banjir luapan sungai Aek Milas pukul 20.45 Wib pada Rabu (20/12). Akibat banjir tersebut 18 KK penduduk Purba Julu terpaksa mengungsi.
Kondisi terkini, jalan umum di Desa Kayu Laut sudah bisa dilewati kendaraan sejak Kamis (21/12) dini hari pukul 01.00 Wib. Jalan umum Kelurahan Tano Bato sudah bisa dilewati kendaraan sejak Kamis (21/12) dini hari pukul 01.00 Wib.
Desa Purba Baru, sungai Aek Singolot sudah mulai surut dan seluruh santri yang terdampak pondok rusak telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Desa Purba Julu, sungai Aek Milas sudah mulai surut dan warga yang rumahnya terdampak banjir mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.
Kepala BPBD Madina mengimbau masyarakat terkhusus yang tinggal dekat aliran sungai selalu waspada banjir.
“Kepada pengendara juga diimbau agar selalu berhati-hati dalam perjalanan apalagi saat ini musim penghujan,” kata Mukhsin. (FAN)







