MohgaNews|Madina – tim investigasi yang dibentuk PT Sago Nauli Grup dan PT Tri Bahtera Srikandi membuahkan hasil, perusahaan perkebunan itu menemukan sejumlah mobil dump truck beserta sejumlah kayu, dan mobil truk serta sejumlah alat berat escavator dan buldoser.
Pengintaian dilakukan pihak perusahaan di areal Desa Muara Bangko dan Desa Huta Raja Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Madina dipimpin langsung oleh General Manager PT TBS Wilayah III Ir Gede Edi Suprapto pada hari Jum’at kemarin (16/08).
“Kita menemukan sejumlah mobil damtruk beserta sejumlah Kayu, Mobil Fuso serta sejumlah Alat Berat Ekscavator dan Buldoser, dan mobil berat Fuso Loging dan lainnya. Hal ini sudah kami laporkan ke Pemerintahan Desa Muara Bangko dan Huta Raja,” ujar Gede kepada wartawan
Dijelaskan Gede Edi Suprapto, investigasi dan pengintain itu dilakukan menyusul adanya tudingan dan tuduhan kepada PT Sago Nauli atau PT TBS atas dugaan Penggarapan Lahan/Areal Hutan serta Pembalakan/Penebangan Kayu Tanpa Izin di Areal Izin Lokasi milik Koperasi Salam Lestari pada sekitar pertengahan 2018 yang lalu.
“Perusahaan dituduh melakukan penggarapn lahan serta pembalakan liar, dikarenakan Perusahaan tak merasa melakukan hal itu, dan demi menjaga nama baik perusahaan kita mengambil langkah ini. agar terungkap sebuah kebenaran untuk membuktikan ke Publik bahwa PT Sago Nauli Grup maupun PT TBS tidak pernah melakukan hal sebagaimana yang dilaporkan atas nama Anton A Nasution yang diketahui sebagai Pimpinan Mangement Koperasi Salam Lestari ke Polres Madina sebelumnya,” jelas Gede.
Dari sejumlah orang yang ditemukan di lapangan saat itu, Sambungnya, didapat keterangan bahwa seluruh Kayu dan Alat Berat maupun seluruh Kenderaan pengangkut kayu itu adalah merupakan milik H Zulfikar yang diketahui seorang pengusaha kilang kayu di Panyabungan dan beralamat di kota Medan (sesuai KTP, red).
Dari peristiwa tersebut, dugaan Penggarapan Liar yang dituduhkan kepada PT SN Grup dan PT TBS hanyalah Praduga tak bersalah oleh Anton A. Nasution selaku Pimpinan Management Koperasi Salam Lestari dan sejumlah pihak yang terkesan hanya ingin merusak nama baik perusahaan PT TBS maupun PT SN Grup untuk kepentingan tertentu.
“Dan kami berharap semua pihak dapat membuka mata hati terkhusus kepada Kepolisian dan masyarakat bahwa perusahaan kami telah difitnah,” sebut Gede.
Pimpinan PT SN Grup ini juga mengungkapkan, H Zulfikar sudah mengakui bahwa semua kegiatan penebangan kayu di areal itu merupakan kegiatan usahanya. Dan menyebut tuduhan penggarapan lahan maupun pembalakan liar terhadap PT Sago Nauli Grup tidak benar.
“semua alat berat, pengangkutan, dan material yang ditemukan itu memang milik saya, dan cuma saya yang bekerja di areal itu atas legalitas yang saya miliki mulai dari Hak Kuasa dari si Pemegang Sertifikat Hak Milik (SHM) sebanyak 37 sertifikat dengan luas 74 hektar yang merupakan wilayah Desa Muara Bangko dan Desa Huta Raja Kecamatan Ranto Baek dan juga merupakan bagian dari Lahan KUD Muara Raja Mandiri, masalah keamanan dan legitas izin tersebut dapat saya pertanggung jawabkan,” kata Zulfikar usai menandatangani surat pernyataan di atas materai 6.000
senada juga dikatakan oleh Usmar Lubis, Humasy KUD Muara Raja Mandiri Kecamatan Ranto Baek yang turut hadir dalam musyawarah tersebut. Usmar mengaku kalau PT TBS atau PT Sago Nauli Grup tidak pernah melakukan Penggarapan Lahan atau Areal milik pihak lain, apalagi melakukan pembalakan liar.
“Tuduhan itu sangat kacau, sebab yang mengelola kayu adalah Zulfikar Hasibuan, sementara Perusahaan konsentrasi untuk membangun Kebun Sawit untuk KUD Muara Raja Mandiri,” ujarnya.
Sementara, Kaslan Kepala Desa Huta Raja Kecamatan Ranto Baek, yang juga hadir musyawarah tersebut, dia menegaskan bahwa yang mengelola Kayu serta menggunakan alat berat di areal itu Zulfikar Hasibuan, dan bukan pihak PT TBS maupun PT Sago Nauli Grup, termasuk mengenai Penggarapan lahan atau Areal milik izin Lokasi Koperasi Salam Lestari yang saat ini ditangani pihak Polres Madina,
“Bisa kami katakan hal itu tidak benar, saya tau karena areal itu adalah termasuk Wilayah kami,” ucap Kaslan. (MN-07)






