Tiga Ekskavator Tambang Emas di Kotanopan Dibakar Massa, Garis Polisi Terpasang

Madina611 Dilihat

MADINA – Diduga nekat beroperasi di dekat area ibadah dan mengabaikan peringatan warga, tiga unit alat berat ekskavator yang digunakan untuk penambangan emas tanpa izin (PETI) dibakar massa di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (4/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, petugas kepolisian telah memasang garis polisi (police line) pada alat berat yang hangus terbakar. Dari total empat unit alat berat yang berada di lokasi penambangan, tiga di antaranya ludes dibakar warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi nekat warga tersebut dipicu oleh ketegasan pengusaha tambang berinisial P yang terus mengabaikan kesepakatan dan teguran dari masyarakat setempat serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al-Muhtadin.

“Sudah beberapa kali diberikan peringatan oleh masyarakat, tetapi bos tambang berinisial P itu tidak menghiraukan. Ia merasa sudah kuat,” ujar salah seorang sumber warga setempat.

Warga menjelaskan bahwa aktivitas pengerukan material tambang dilakukan sangat dekat dengan pondasi Masjid Al-Muhtadin, yang berada tepat di belakang bangunan masjid tersebut. Warga sebelumnya telah meminta agar aktivitas penambangan diberi jarak minimal 40 meter dari pondasi demi menjaga keselamatan struktur bangunan.

“Ada batasan tali yang dibuat masyarakat agar lokasi pengerukan dijauhkan. Namun batas 40 meter itu tak digubris, dan pada malam hari kesepakatan itu selalu dikangkangi,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga mengkhawatirkan aktivitas penambangan berjarak dekat tersebut dapat memicu erosi atau kelongsoran yang mengancam keselamatan bangunan masjid—yang aktif digunakan masyarakat sekitar maupun para pengendara yang melintas untuk beribadah.

“Meski tanah yang dikeruk itu milik pelaku atau bos tambang, aktivitasnya berdampak negatif dan mengancam keselamatan masjid serta jemaah,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Humas Polres Madina, Bripka Roy Manurung, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Polsek Kotanopan untuk mengumpulkan informasi detail terkait insiden tersebut.

“Bentar, saya komunikasi dulu dengan pihak Polsek terkait hal ini,” ujar Roy.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah terkendali di bawah pengamanan aparat Kepolisian. (FAN)