Tak Mau Molor, Bupati Madina Minta TNI Garap Lahan Sayur Matua Sesuai Jadwal

MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution, meninjau langsung kondisi lahan pertanian di Saba Lama, Desa Sayur Matua, Kecamatan Nagajuang, Senin sore (27/4/2026).

Kunjungan ini merupakan respons pemerintah atas keluhan para petani yang lahannya rusak total akibat terjangan banjir pada November 2025 silam.

Selama lima bulan terakhir atau setara dengan dua siklus tanam, para petani di wilayah tersebut praktis kehilangan mata pencaharian karena lahan mereka tertimbun sedimen dan irigasi Aek Namora yang rusak parah.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati memastikan bahwa program Optimalisasi Lahan (OPLAH) yang bekerja sama dengan TNI akan segera dimulai. Berdasarkan koordinasi dengan pihak pelaksana di lapangan, alat berat dijadwalkan tiba di lokasi pada Jumat pekan ini.

“Pekerjaan ini dilaksanakan oleh TNI yang bermitra dengan Kodam. Ada dua agenda utama di Nagajuang, pertama adalah normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 800 meter, dan kedua adalah pembersihan lahan sawah seluas 17 hektare yang tertutup sedimen,” kata Saipullah Nasution di hadapan petani.

Bupati menegaskan agar pengerjaan ini tidak molor dari target yang telah ditentukan.

“Harapan kita, sesuai janji kontraktor, pengerjaan selesai dalam waktu kurang lebih dua minggu. Saya minta pemerintah kecamatan dan rekan media ikut mengawasi. Jangan hanya bicara, pastikan hari Jumat mereka sudah mulai bekerja,” tegasnya.

Terkait keterlambatan penanganan, pihak kontraktor menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada mobilisasi alat berat. Persyaratan teknis mengharuskan penggunaan alat berat (Excavator dan Bulldozer) dengan tahun perakitan yang relatif baru guna menjamin kelancaran kerja di medan yang berat.

“Alatnya harus rolling dari lokasi lain dan kita minta spek tahun muda supaya kinerjanya sehat, cepat, dan tidak terkendala teknis di tengah jalan,” jelas Bupati.

Selain perbaikan infrastruktur lahan, Bupati Saipullah juga menaruh perhatian pada aspek ekonomi warga terdampak. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial terkait penyaluran bantuan logistik, seperti beras, bagi petani yang kehilangan sumber pendapatan.

“Kemarin prioritas awal memang warga yang rumahnya terendam. Namun, bagi warga yang lahan ekonominya terdampak, mereka juga berhak mendapatkan bantuan sesuai Peraturan Menteri Sosial. Kami sudah instruksikan Kadis Sosial untuk mendata jumlah KK yang terdampak,” jelasnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pertanian Madina mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengusulkan bantuan pasca-bencana ke pemerintah pusat.

Petani dipastikan akan menerima benih gratis, bantuan pupuk dan sejenis lainnya sudah dahulu diusulkan ke Kementerian Pertanian.

Saipullah menerangkan, program ini sejalan dengan fokus Menteri Pertanian dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui respons cepat terhadap bencana lahan.

Kehadiran Bupati di tengah masyarakat Sayur Matua memberikan secercah harapan bagi puluhan petani yang selama ini hanya bisa pasrah melihat lahan mereka terbengkalai.

Dengan dimulainya pengerjaan pada akhir pekan ini, diharapkan aktivitas pertanian di Nagajuang dapat kembali normal pada musim tanam berikutnya. (FAN)

News Feed