Tabur Benih Ikan di Pidoli Lombang Lestarikan Local Wisdom

MADINA, Mohga – Lubuk larangan merupakan sebuah tradisi local wisdom atau kearifan lokal yang sudah umum dikenal di wilayah Mandailing Natal (Madina).

Secara ringkas, bibit ikat di aliran sungai ‘dibesarkan’ untuk dipanen pada kurun waktu tertentu oleh masyarakat umum dengan konsep menjual karcis/tiket kepada peserta, kemudian hasil penjualan tiketnya digunakan untuk kegiatan amal ataupun sosial ini telah banyak diterapkan di pelbagai aliran sungai di wilayah Madina, mulai dari sungai kecil hingga batang sungai.

Lubuk larangan dianggap sebagai salah satu wujud kekayaan budaya yang telah lama tumbuhkembang di tengah masyarakat Madina yang harus dilestarikan. Tak hanya dukungan dari masyarakat yang berdomisili di Madina, seruan itu juga turut disuarakan oleh kalangan yang berdomisili di luar bumi gordang sambilan.

Sabtu (22/7/2023) malam kemarin, Ketua Sapma Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Utara M. Firman Shah SH beserta rombongan pengurus yang berkesempatan hadir menyerahkan dan menabur ratusan bibit ikan mas di lubuk larangan aliran sungai Aek Pohon Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan. Firman Shah turut didampingi Ketua Sapma PP Madina Ahmad Sarqawi dan Wakil ketua Adian serta pengurus Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Pidoli Lombang.

“Awalnya kita sedang berbincang-bincang dengan pengurus Sapma PP Madina besrta pengurus NNB Pidoli Lombang, kita sampai pada topik pembahasan mengenai kearifan lokal, salah satunya yaitu Lubuk Larangan. Kita merasa tertarik dan mengapresiasi kearifan lokal ini karena peruntukannya (hasil dan keuntungan) digunakan untuk kegiatan sosial, seperti penyantunan anak yatim,” ujar Firman Shah yang mengaku pemberian bibit ikan tersebut merupakan aksi spontan ketika diwawancarai MohgaNews.

“Inisiatif secara spontan, makanya langsung kita pesan ikan dan ditabur pada malam itu juga. Kita sangat tertarik dengan konsep itu. Dan ini juga sebagai penyemangat bagi pemuda dan masyarakat ataupun pengelola untuk terus melestarikan budaya ini,” sambungnya

Pada kesempatan yang sama, jajaran pengurus NNB Desa Pidoli Lombang menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan tindakan Ketua Sapma PP Sumut tersebut.

“Kita apresiasi, termia kasih kepada Sapma PP Sumut dan Sapma PP Madina yang menyerahkan dan mengarahkan bantuan tersebut ke Desa Pidoli Lombang. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” ucap Suardi Borotan.

Hal senada diucapkan Ahmad Sarqawi yang berharap aksi spontan tersebut menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarakat.

“Semoga hal tersebut bisa memicu semangat kita semua sebagai masyarakat Madina yang mencintai budaya. Jika ikan dan hasilnya melimpah, setiap orang akan semakin bergairah mengikuti event panen musiman yang dikenal dengan istilah ‘mambuka lubuk larangan’, dan semakin banyak juga dana yang bisa kita peruntukkan untuk berbagai kegiatan amal,” pungkas Sarqawi. (MN-07)