MADINA, Mohga – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan bibit tanaman jahe putih sebanyak 6 ton juga pukuk kompos 24 ton kepada petani di Desa Hutanamale Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Rabu (30/11/2022).
Bantuan bibit dan pupuk bersumber dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut diserahkan Bupati Madina H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution didampingi Asisten I Sahnan Pasaribu. Turut mendampingi kepala dinas pertanian Siar Nasution, kepala dinas perdagangan Parlin Lubis, kepala dinas koperasi Muktar Afandi, dan kepala dinas ketahanan pangan Taufik Zulhandra Ritonga
Bupati mengatakan selain menyerahkan bantuan bibit dan pupuk, pemerintah daerah ingin melihat langsung keindahan panorama alam lereng gunung Sorik Marapi yang ditanami warga dengan komoditi holtikultura termasuk kebun stroberi.

Sukhairi mengaku pada kunjungannya itu petani menyampaikan aspirasi tentang kondisi infrastruktur jalan menuju areal pertanian
“Saya tadi mendengar langsung aspirasi petani kita yaitu pembangunan jalan ke areal pertanian. Bila tidak ada kendala tahun depan dan paling lama tahun 2024 Pemkab Madina akan mengalokasikan anggaran pembangunan jalan sehingga akses bagi petani kita lebih mudah, karena insfratruktur jalan yang bagus akan meningkatkan produksi pertanian, dan hasilnya petani kita makin sejahtera,” kata Bupati Sukhairi Nasution.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan selain kultur tanah di lereng Puncak Sorik Marapi yang cukup bagus dibuktikan dengan hasil pertanian yang memuaskan petani, panorama alamnya juga tak kalah indah dibandingkan dengan objek wisata bernuansa alam di daerah lain.
“Hasil pertanian di sini sudah saya lihat sangat baik, bagitu juga dengan lokasi yang indah dan asri. Ini menjadi potensi tujuan wisata yang baru di daerah kita, tinggal mendukung fasilitasnya saja. Hari ini saja masyarakat banyak yang berkunjung ke sini, bisa memetik langsung stroberi atau sekedar berswafoto,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Parlin Lubis menjelaskan teknis pemasaran hasil pertanian yang akan dilakukan pemerintah daerah.
Calon Sekda (sekretaris daerah, red) ini menyebut kewenangan dinas perdagangan sampai ketingkat agroindustri
“Pemasaran produk-produk pertanian memang muaranya di pasar. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pada tingkat agroindustri dengan arti hasil pertanian itu diolah setelah jadi seperti stroberi diolah menjadi minuman,” jelasnya.
Parlin menyebut pemerintah daerah akan tetap memfasilitasi para petani dalam hal membantu memudahkan akses pasar dan stabilitas harga
“Misalnya suatu daerah kita katakan saja Padang Sidempuan, di sana tidak ada petani yang menghasilkan tanaman stroberi, bisa saja produksi stroberi tersebut kita pasarkan di sana,” ucapnya. (MN-08)












