Stok Pangan Ramadan Aman Masyarakat Tak Perlu Khawatir

0
108

Jakarta | Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan stok pangan selama Ramadan aman. Bahkan ketersediaan itu masih mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri nanti.

Demikian dikatakan Kepala BKP Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam Dialog Publik bertemakan ‘Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran’ yang diselenggarakan FMB9ID_IKP, Senin (12/4).

Agung menuturkan upaya penyediaan pangan sudah dilakukan sebulan sebelumnya. Sehingga stok pangan menjelang Ramadan masih mencukupi.

“Mulai dari beras, jagung, bawang putih, bawang merah, kedelai, aneka macam cabai, daging, ayam, telur, minyak goreng dan gula pasir semuanya dalam kondisi secara nasional mencukupi,” kata Agung dikutip dari CNN Indonesia.

Meski begitu pun Agung tak memungkiri ada kenaikan harga beberapa komoditas pangan yang sudah terjadi dua-tiga hari menjelang Ramadan. Menurutnya itu masih wajar, karena nantinya selama Ramadan harga tersebut akan turun, lalu naik lagi menjelang Lebaran dan turun lagi setelah itu.

“Catatan kami beberapa komoditas yang mengalami kenaikan sekarang beberapa di antaranya daging ayam yang naik rata-rata menjadi Rp35 ribu, telur ayam Rp24 ribu. Tapi catatn kami, kami selalu melihat koefisian varian di bawah 15 persen bagi kami itu merupakan wajar,” ujarnya

Agung lebih lanjut menambahkan, bahwa stok pangan secara keseluruhan bukan saja aman selama Ramadan, tapi juga sampai akhir Mei mendatang. Apalagi beberapa komoditas masih dipenuhi melalui impor.

Untuk itu, dia meminta masyarakat tak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pangan masih dalam taraf aman.

“Masyarakat tak perlu khawatir, walaupun berbagai komoditas dipenuhi dari impor seperti bawang putih, daging sapi kerbau, dan juga gula pasir,” ujarnya.

“Namun kebijakan-kebijakan impor itu juga sudah menjadi keputusan dari rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian dan sudah diputuskan kapan barang itu masuk. Sehingga kalkukalasi sementara ini, ketersediaannya sampai Mei 2021 semuanya mencukupi,” tambah Agung.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengakui ada kenaikan beberapa harga bahan pangan, khususnya pangan olahan menjelang Ramadan ini. Namun baginya kenaikan itu masih relatif stabil.

“Kalau dari sisi harga, pangan olahan relatif stabil tidak ada gejolak naik karena kita memang sudah menyiapkan cukup lama bahan bakunya,” ucapnya.

Adhi menilai, permintaan produk pangan olahan sudah meningkat sejak Januari 2021 ini. Secara keseluruhan permintaan pangan itu, 34 persen dikontribusi oleh produk pangan olahan, dan 66 persen dari pangan kerja dan pangan rumah tangga.

“Industri makanan dan minuman mengalami peningkatan sejak Januari kemarin. Dan kami merasa sangat optimis Lebaran tahun ini lebih baik dar tahun lalu,” ucap Adhi. (MN- red/int)