Panyabungan| Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan pelatihan Kader Dasar (PKD) yang berlangsung selama tiga hari yaitu mulai tanggal 26 November hingga 29 November 2020.
PKD gelombang II itu dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Sarak Matua Kecamatan Panyabungan dan diikuti oleh 36 orang mahasiwa yang terdaftar di 2 perguruan tinggi, yaitu STAIN Madina serta sebagian lainnya peserta yang tercatat sebagai Mahasiswa di Univeraitas Samudera (Langsa, Aceh).
Ketua Panitia, Dodi Azizi dalam laporannya mengatakan bahwa PKD merupakan salah satu langkah utama bagi setiap mahasiswa untuk menjadi bagian dari PMII.
“Proses kaderisasi merupakan hal dasar bagi mahasiswa untuk menjadi bagian dari PMII, untuk itu segenap peserta harus mengikuti proses PKD dengan sungguh sungguh sehingga dapat memjadi kader militan. Dan tak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada panitai, kader dan seluruh simpatisan yang telah berjuang mensukseskan kegaiatan ini,” ujar Dodi.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PC PMII, Alwi Rahman ketika diwawancarai oleh Mohganews pada Jum’at (27/11/2020). Alwi menambahkan bahwa PKD merupakan salah satu program utama PC PMII Madina demi menciptakan kader-kader militan yang Intelektual.
“Pertama, terima kasih untuk semua pihak atas kerjasamanya sehingga PKD dapat terlaksana. Seperti yang kita ketahui, PKD adalah hal dasar bagi setiap kader. Dan sesuai thema PKD kali ini, yakni Kader Mujahid Progresif Militan Intelektual Serta Solutif, setiap kader nantinya diharapkan mampu mengemban thema diatas dan menjadi kader militan yang berlandaskan Ahlu Sunnah Wal Jamaah,” jelas Alwi.
Selanjutnya, Alwi juga berpesan pada setiap peserta bahwa PKD mempunyai makna terbukanya lembaran baru serta dentitas bagi setiap mahasiswa untuk berproses menjadi lebih baik.
“PKD bukanlah akhir dari proses, tapi merupakan awal dari proses perkembangan setiap kader. Setelah mengikuti PKD, setiap peserta akan menggunakan identitas baru sebagai warga PMII. Masih banyak proses yang harus dilalui, mulai dari pembangunan jati diri, pola pikir dan lain-lain. Dan lagi akan ada juga tahapan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) bagi setiap kader yang kompeten nantinya,
“Itu semua harus menjadi motivasi bagi setiap kader untuk terus bersaing serta mengembangkan potensi masing-masing melalui wadah PMII ini,” pungkas Alwi yang baru saja mengikuti wisuda dan meraih gelar Sarjana Hukum di tahun 2020 ini.
Terakhir, Alwi berharap nantinya segenap kader PMII, terutama para peserta yang yang nantinya akan bergabung agar selalu bisa menjadi agen perubahan serta mahasiswa yang selalu tanggap dan vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.
Sisa Dana PKD Disumbang ke Panti Asuhan

Usai melaksanakan PKD, pengurus cabang PMII Kabupaten Madina memberikan sumbangan sembako ke panti asuhan Siti Aisyah Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabunga, Senin (30/11/2020)
Memberikan bantuan untuk anak panti merupakan hasil musyawarah seluruh kader PMII karena dana Pengkaderan gelombang kedua tersisa.
Ketua PMII Madina Alwi Rahman melalui Sekretaris Abdul Rahman kepada MohgaNews mengatakan kegiatan bhakti sosial tersebut dikeluarkan dari uang kas PMII serta bantuan dari dermawan
“Tadi sore pengurus dan Kader PMII mengadakan rapat terkait anggaran PKD yang tersisa, hasil musyawarah adalah membelanjakan sembako untuk diberikan kepada panti asuhan Siti Asiah, Alhamdulillah dengan cara seperti itu, kader yang baru terlihat semakin bersemangat untuk melakukan hal yang positif” kata Rahman
Kata Rahman, untuk PKD gelombang pertama dan kedua tahun 2020 sudah selesai dilaksanakan. Ada 67 Kader baru sudah sah bergabung di organisasi PMII. (MN-07/MN-08)












