MADINA, Mohga – kondisi jalan penghubung Desa Rao-rao Dolok ke Desa Rao-rao Lombang hancur dan penuh kerikil berserakan. Hal ini berdasarkan pantauan Mohganews, Jumat (20/10/2023)
Desa Rao-rao Lombang berada di seberang sungai Batang Gadis Tambangan. Untuk menuju ke desa ini harus menempuh jarak 500 meter dari Desa Rao-rao Dolok.
Desa Rao-Rao Lombang dihuni sekitar 180 kepala Keluarga yang mayoritas pekerjaan warganya adalah petani karet dan petani sawah. Dengan kondisi jalan rusak ini masyarakat mengeluh karena berdampak pada pendapatan atau penjualan hasil bumi dari desa.
Selain pada penghasilan ekonomi masyarakat, kondisi jalan ini juga menyulitkan bagi ratusan orang anak sekolah yang setiap hari melewati jalan ini untuk tiba ke SMP yang berada di Desa Tambangan Pasoman
Hal ini disebutkan Kepala Desa Rao-rao Lombang Ahmad Saipul kepada mohganews
“Di sini ada 180 kepala Keluarga yg bekerja sebagai petani, contohnya karet yang setiap hari pekan ke luar hasil dari desa ini. Begitu juga komoditas pertanian hasil bumi lainnya. Anak-anak juga kesulitan melewat jalan rusak itu,” keluhnya.
Ahmad Ansori, warga setempat turut menyampaikan keluhan soal jalan rusak tersebut.
“Jalan ini sudah lama tidak pernah dapat perbaikan. Kondisinya makin parah, padahal ini akses untuk keluar masuk Desa Rao-rap Lombang. Kami harap Pemkab Madina bisa mengalokasikan anggaran pembangunan jalan ini,” harapnya. (MN-11)






