PERANG antara Israel-Palestina akan meninggalkan luka mendalam. Yang menang dan yang kalah pasti akan meninggalkan luka yang sangat dalam bagi sesama. Sampai saat ini masih terjadi gejolak besar yang mungkin bisa dinilai ini menjadi salah satu perang paling besar antara kedua negara Israel dengan Palestina.
Menurut informasi media yang terakhir bahwa Israel gempur rumah sakit di Gaza, tewaskan lebih dari 500 warga Palestina, sehingga komunitas internasional mengecam perbuatan Israel yang menggempur rumah sakit di Gaza hingga menewaskan sedikitnya 500 warga Palestina.
Kantor Berita Associated Press mencatat bahwa peristiwa ini merupakan serangan udara Israel paling mematikan dalam lima perang terakhir sejak tahun 2008. Negara-negara Arab hingga Barat mengecam serangan yang dilakukan oleh Israel. Seyogianya rumah sakit adalah tempat berlindung para warga dan tempat untuk kemanusiaan menangani orang-orang terluka, bahkan sampai “WHO mengecam keras serangan ke rumah sakit di wailayah utara jalur Gaza”.
Bukan hanya rumah sakit yang menjadi sasaran serangan udara Israel, bahkan sampai menghantam sekolah yang termasuk dikelola oleh PBB sebagai tempat berlindung sekitar 4.000 para pengungsi warga Palestina. Hal ini sampai dikatakan Badan PBB yang menangani pengungsi Palestina (UNRWA) “Tak ada lagi tempat yang aman di Gaza, termasuk di fasilitas-fasilitas PBB”.
Bukan hanya sampai di situ Israel memblokade total wilayah untuk menghentikan pasokan makanan, bahan bakar, listrik dan kebutuhan medis. Ini sungguh kejahatan luar biasa. Warga Gaza menghadapi krisis kemanusiaan, mereka kesulitan mendapatkan pasokan air, makanan, listrik hingga bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Dan ini merupakan Langkah Israel untuk “pengepungan total” terhadap Jalur Gaza.
Solusi terbaik adalah menyuarakan perdamaian. Harapan kita kepada pemerintah agar terus berupaya untuk melakukan dan mendorong perdamaian antara kedua belah pihak. Dukungan dan do’a juga tidak terlepas dari kita umat Islam sebagai salah satu upaya membantu saudara-saudara kita di Palestina. Di sisi lain, nilai kemanusiaan itu lebih penting dari segalanya. Sesama manusia hidup dalam ketenangan dan kedamaian itulah kehidupan yang diidamkan setiap orang di muka bumi ini.
Ajakan dan seruan untuk perdamaian itu lebih indah karena itu menjadi solusi yang tepat terhadap konflik yang terjadi. Setiap peperangan, baik ia yang kalah maupun yang menang pasti akan meninggalkan luka yang mendalam. Banyaknya korban yang tidak berdosa akibat peperangan, kerusakan alam dan menciptakan kesenjangan di tengah kehidupan manusia.
Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita yakin pada pemerintah senantiasa terus berupaya untuk menciptakan perdamaian antara Israel dengan Palestina. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melakukan perundingan perdamaian terhadap kedua negara. Mengajak negara yang bergabung dengan OKI dan negara di berbagai belahan dunia untuk melakukan dukungan atas kemerdekaan Pasletina menjadi negara yang berdaulat dan Merdeka.
Peran pemerintah Indonesia untuk aktif dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dengan melaksanakan Langkah-langkah pro aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian abadi, agar penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Kita juga berharap agar seluruh umat Islam untuk menggalang bantuan kemanusiaan melalui Masjid, ormas Islam, lembaga pendidikan, maupun lembaga lain untuk korban kemanusiaan di Palestina.
Secara konsep bahwa fitrah manusia ingin perdamaian. Islam pada dasarnya adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, agama yang membawa rahmat bagi sekalian alam. Islam dikenal dengan misi kedamaian dan keadilan, bukan agama yang membawa kekerasan dan ekstremisme. Nabi Muhammad Saw datang membawa ajaran agama Islam yang esensinya adalah untuk membawa dan mengajarkan perdamaian.
Ketegasan di dalam kitab Al-Qur’an pada QS. Al-Anfal: 61, ditegaskan bahwa Islam adalah agama yang condong kepada perdamaian, dan itu akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Seseorang yang condong kepada perdamaian, maka ia adalah orang-orang yang paling mengerti tentang maksud dan tujuan diselenggarakannya agama Islam di muka bumi ini.
Oleh: Muhammad Iqbal
Mahasiswa Pascasarjana Prodi ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syahada Padangsidimpuan











