Sekilas Tentang Harlan Batubara

SAYA mengenal beliau pada tahun 2007 lalu, enam belas tahun silam. Saat itu dia baru ditugaskan sebagai Camat Ulupungkut, sedangkan saya dan beberapa orang teman sedang menjalankan tugas pengabdian masyarakat (KKN), penerapan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dua bulan bergaul sama pak Harlan di Ulupungkut cukup banyak kesan. Ia tak segan-segan menegur kami bila ada kekurangan setiap kali membuat kegiatan. Kami mengadakan banyak kegiatan berbentuk sosial bekerja sama dengan pemerintahan desa dan kecamatan di Ulupungkut. Bang Harlan ini termasuk orang yang tidak banyak bicara tapi banyak berbuat, juga disiplin.

Tahun 2009 kami ketemu kembali di Panyabungan. Kalau tidak salah dia menjabat salah satu kabag di Setdakab Madina, sedangkan saya baru terjun ke dunia jurnalistik. Kami berinteraksi tidak cuma sebatas profesi; birokrasi-pers, tapi sudah seperti abang dan adik, sering terlibat diskusi, kebetulan Bang Harlan Batubara ini berlatar pendidikan hukum, sedangkan saya berlatar pendidikan Islam. Banyak pengetahuan yang saya serap darinya.

Hingga terakhir dia menjabat kepala dinas perhubungan. Di jabatan ini Bang Harlan sudah makin tinggi intensitas pekerjaannya, beban kerja makin padat. Apalagi waktu itu Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengebut pengadaan lahan terminal Panyabungan, walaupun hal ini pula lah yang menyebabkan Bang Harlan tersandung masalah hukum.

Beberapa tahun lalu, saya sempat ketemu dgn seorang anak perempuan namanya Lia. Ia masih siswa SMA, dia jago melukis, saya sempat wawancara dan buatkan sebuah artikel tentang anak ini, saat itu pula saya tahu bahwa anak ini adalah putrinya Bang Harlan. Ketika itu saya minta ke Lia dibuat lukisan tangannya foto saya dan istri dengan ukuran bingkai besar. Lukisan itu sampai sekarang terpajang rapi di rumah. Selepas itu Bang Harlan menelpon dan menyebut Lia itu anaknya yang hobi melukis, dan tidak lama lagi akan melanjutkan kuliah.

Bang Harlan dimasa pensiunnya masih beberapa kali komunikasi dengan saya, pernah juga beberapa kali mengirim artikel untuk diterbitkan di media masda yang saya pimpin. Terakhir kami komunikasi sekitar dua bulan lalu. Dia meminta saya mencarikan investor karena ada bidang usaha perkebunan yg rencananya akan ia jalankan.

Pagi ini saya mendengar kabar Bang Harlan Batubara SH telah tiada. Sebagai seorang adik maupun sebagai teman, saya turut berduka sedalam-dalamnya. Saya ikut menyaksikan Bang Harlan Batubara adalah orang baik.

Semoga Allah mengampuni dosa dan menerima ibadah amal kebaikan selama di dunia dan diberikan tempat yang baik di sisi-Nya. Teruntuk Lia Batubara dan keluarga almarhum yang ditinggal, semoga tabah menghadapi musibah ini. Setiap yang bernapas pasti akan mengalami kematian, dan apabila waktu (kematian) yang ditentukan telah tiba, manusia tidak akan dapat menghindar atau memperlambat walaupun satu detik. Ingatlah bahwa seorang muslim yang meninggal maka segala amalnya akan terputus melainkan tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh-salehah yang mendoakan orangtuanya. Karenanya sediakan selalu waktu berdoa memohon pengampunan untuk almarhum.

Catatan Muhammad Ridwan Lubis
Pemimpin Redaksi Mohganews

RSUP DR M Djamil Padang, 27 Desember 2023