MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution dan Ketua TP-PKK Ny. Yufri Astuti Saipullah tiba di Hotel Kurnia, Jalan Sultan Syahrir Nomor 1, Desa Pasar V Natal, Kecamatan Natal dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker), Kamis (3/4/2025) pukul 12.30 WIB.
Setiba di hotel, Bupati Madina Saipullah, dan pejabat Pemkab Madina berbaur dalam forum diskusi terbuka pertemuan dengan perwakilan tokoh masyarakat Natal. Adapun sederet aspirasi masyarakat dalam pertemuan itu, antara lain;
Masyarakat kepada bupati meminta agar Pemkab Madina memberikan bantuan ambulan, pembangunan infrastruktur, penyelesaian hak plasma, armada sampah, hingga aspirasi dampak merkuri akibat tambang emas ilegal.
Masyarakat berfokus pada penyelesaian hak plasma yang selama ini tumpang tindih dan hak masyarakat terabaikan oleh pihak masyarakat. Masyarakat 8 desa dan kelurahan itu menaruh harapan ke Saipullah Nasution agar hak plasma bisa dinikmati masyarakat.
Bupati Madina turut menanggapi aspirasi masyarakat, terutama soal hak plasma masyarakat. Bupati mengatakan, penyelesaian plasma pada 8 desa di Kecamatan Natal masuk dalam program 100 hari kerja Saipullah-Atika.
“Kesetaraan dan kesejahteraan dari plasma (kebun sawit) harus dinikmati oleh masyarakat dari 8 desa dan kelurahan di kecamatan ini. Penyelesaian ini bagian dari program prioritas Saipullah-Atika selama 100 hari kerja sejak dilantik,” kata Saipullah. Adapun 8 desa dan kelurahan itu yakni Pasar 1 hingga Pasar 6, Panggautan dan Desa Sasaran.
Bupati juga menegaskan, dalam penuntasan permasalahan plasma ini, Pemkab Madina segera bentuk tim khusus, sehingga masyarakat dapat merasakan hadirnya para perusahaan di tanah ulayatnya.
“Kita akan menginventarisasi dan mengevaluasi seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Madina ini. Masyarakat harus diuntungkan, tujuannya hanya satu, yakni kesejahteraan,” jelas bupati.
Di sisi lain, Bupati Madina berpasangan dengan Wabup Atika Azmi Utammi Nasution ini menerangkan, kunjungan kerja ia pilih untuk mendengarkan secara langsung keluhan yang dialami masyarakatnya.
Saipullah mengaku tak cukup hanya menerima laporan dari pejabatnya dengan buaian kata indah, alias tidak sesuai dengan kejadian di lapangan.
“Saya tidak ingin dibuai/disanjung dengan kalimat-kalimat indah dari jajaran saya,” ungkap dia.
Efisiensi Anggaran
Seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia terkena dampak efisiensi atau pemotongan anggaran atas kebijakan dari pemerintah pusat. Atas hal itu, banyak pembangunan yang seharusnya berjalan termasuk di Kabupaten Madina, kini tertunda akibat kebijakan tersebut.
Bupati Madina Saipullah Nasution mengatakan, efisiensi anggaran adalah suatu tantangan bagi pemerintah daerah, termasuk Pemkab Madina.
“Efisiensi adalah sebuah tantangan untuk memanfaatkan sisa anggaran yang ada serta langkah dalam mencari solusi agar pembangunan tidak tertunda akibat kebijakan tersebut,” katanya.
Saipullah kembali menyinggung soal potensi kekayaan alam Madina yang begitu kaya dan luas biasa. Bupati menyebut, potensi ini harus dimanfaatkan dengan maksimal supaya perekonomian di Bumi Gordang Sambilan bangkit.
“Potensi yang kita miliki di Madina kalau tidak dikelola maka itu akan sia-sia. Mohon dukungan positif dari masyarakat,” ujarnya. (FAN)








