Secarik Surat untuk AKBP Reza dan “Polres Madina yang Madani”

SEINGAT penulis, minggu terakhir di bulan Desember 2021, ke luar telegram Kapolri soal pergantian atau mutasi di jajaran Polda Sumatera Utara. Salah satunya adalah pucuk pimpinan Polres Mandailing Natal (Madina) yang saat itu dijabat AKBP Horas Tua Silalahi. Dalam telegram itu, Horas Tua Silalahi akan menempati jabatan baru di Baintelkam Mabes Polri, sedangkan penggantinya bernama AKBP H. Muhammad Reza CAS yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kabag Ops Polrestabes Medan

Saya langsung me-searching di google siapa dan bagaimana track record AKBP H. Muhammad Reza ini. Sekejap saya ketemu. Ternyata Muhammad Reza ini lama berdinas di korps lalu lintas. Dan sudah beberapa provinsi maupun daerah kabupaten kota tempat dia bertugas hingga akhirnya di provinsi Sumatera Utara

Berselang sepekan (kalau tidak salah) atau akhir tahun 2021 lalu. AKBP Muhammad Reza memulai debutnya sebagai Kapolres Madina dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Polsek-polsek di wilayah hukumnya. Dan cuma hitung hari, penulis sendiri menerima undangan temu ramah dengan Kapolres Madina yang baru.

“Wah, baru beberapa hari di Madina, pak Reza ini langsung undang wartawan. Ini suatu pertanda baik,” sebut saya sama teman waktu itu

Sebagaimana biasanya, pertemuan pertama ini, AKBP Muhammad Reza mengajak Pers kerja sama yang baik dalam menjalankan tugas fungsi yaitu menjaga kondusifitas kamtibmas di tengah masyarakat Kabupaten Madina.

“Hubungan antara Polri dengan pers ibarat Simbiosis Mutualisme, saling membutuhkan. Di mana pers membutuhkan berita sedangkan polisi juga butuh penyebarluasan informasi tentang kegiatan dan kinerja polres Madina,” kata Reza saat itu

AKBP Muhammad Reza juga menyampaikan gagasannya untuk membuat dan menerapkan motto Polres Madina yaitu “Polres Madina yang Madani” sebagai pelengkap motto sebelumnya yaitu “Tulus Melayani”

Madina yang Madani ini pada dasarnya bukan hal baru bagi masyarakat Mandailing Natal. Karena, ini adalah motto Kabupaten Madina sejak awal berdirinya. Namun, barangkali berbekal kreatifitas AKBP Muhammad Reza, ia punya pilihan sendiri soal Madina yang Madani sekaitan dengan fungsi Polri.

“Memelihara kamtibmas, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Kemudian, Amanah, Disiplin, Akuntabel, Nasionalis, Integritas dan Imtaq. Inilah kami singkat menjadi MADANI sesuai dengan motto kabupaten kita ini,” ungkap Reza kala itu

Nah, bila dilihat motto ini sejalan dengan slogan andalan Kapolri,Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, yakni Polri Presisi, sedangkan Polres Madina yaitu Polres Madina yang Madani dan Tulus Melayani

AKBP Muhammad Reza Gerak Cepat

Genap enam bulan sudah AKBP Muhammad Reza memimpin Polres Mandailing Natal. Namanya pimpinan, pasti merasakan manis pahitnya proses perjalanan birokrasi di tubuh Polres Madina, dan pasti banyak juga tantangan yang dihadapainya.

Misalnya saja, Muhammad Reza dihadapkan dengan permasalahan penambangan emas tanpa izin yang jadi sorotan banyak pihak. Banyak masyarakat yang bersuara supaya pemerintah dan penegak hukum melakukan penutupan praktek tambang emas ilegal itu, terlebih wilayahnya berada di bantaran sungai yang notabene banyak kepentingan orang di situ

Menyikapi situasi ini, AKBP Muhammad Reza bersama anggotanya langsung turun ke wilayah penambangan emas melakukan pemetaan. Dan kesempatan turun ini juga dimanfaatkan Muhammad Reza melakukan sosialisasi bahaya sungai apabila dirusak yang berdampak pada bencana alam. Reza menemui beberapa orang pelaku tambang di sana.

Tidak cukup di situ saja, AKBP Reza melalui Polsek dan anggotanya melanjutkan sosialisasi dengan memasang alat peraga seperti spanduk dan baliho agar penambangan emas tanpa izin dihentikan.

Hingga akhirnya persoalan ini meluas dan terjadi bencana alam yang mana sebanyak 12 orang ibu rumah tangga meninggal dunia di dalam lobang tambang emas tanpa izin. Sehingga Polda Sumut turun tangan hingga melakukan beberapa kali rapat koordinasi termasuk dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Mandailing Natal. Di dalamnya Bupati, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, dan sebagainya. Tujuannya guna mencari solusi penanganan tambang emas tanpa izin yang sudah nyata merusak lingkungan dan korban jiwa.

Polres Madina Responsif

Polres Mandailing Natal juga menunjukkan tanggung jawabnya menjaga keamanan dan kondusifitas masyarakat. Hal ini terbukti pada saat beberapa kali terjadi musibah di wilayah kerja panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP). Polres Madina bekerja maksimal membantu memgevakuasi masyarakat dan selanjutnya menenangkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan pelanggaran hukum. Situasi saat itu sebenarnya sudah mulai panik, ditambah lagi media sosial menampilkan banyak komentar yang sifatnya provokatif. Tapi, dengan tenang Polres Madina bekerja sama dengan berbagai pihak terutama lembaga atau organisasi masyarakat termasuk Pers untuk mengajak masyarakat lebih tenang dan tidak terpancing melakukan perbuatan melanggar hukum. Dan pada akhirnya persoalan tersebut bisa tertangani dengan baik.

Polres Madina Sahabat Pers

AKBP Muhammad Reza bisa dibilang low profile. Ia mudah sekali berdiskusi dengan semua pihak. Termasuk dengan penulis sendiri. Ketika itu, AKBP Reza menanyakan tips supaya lebih erat kerja sama dengan pers. Penulis menyarankan agar dibuat semacam coffee morning dengan wartawan, misalnya dibuat sekali sebulan atau sekali dua bulan. Tujuannya untuk sharing informasi tentang situasi kondisi kamtibmas yang berkembang.

Saat itu AKBP Reza langsung mengiyakan dan menyetujuinya, sehingga terlaksanalah coffee morning Polres Madina dengan insan pers secara rutin.

Selain itu, AKBP Reza bisa dibilang Kapolres yang komunikatif. Wartawan yang minta wawancara atau sekedar menyampaikan informasi selalu diatensi AKBP Reza. Sehingga informasi apapun yang perlu keterangan Polisi tidak pernah ada kendala. Kalau pun bukan AKBP Reza yang memberikan keterangan, tapi sebagai pimpinan dia memberikan delegasi kepada jajarannya seperti Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, dan seluruh Kapolsek untuk memberikan keterangan pers apabila dibutuhkan

Salah satu paling berkesan yaitu ketegasan AKBP Muhammad Reza dalam penegakan hukum. Beberapa bulan lalu, ada peristiwa pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman kepada salah seorang wartawan. Kebetulan wartawan yang dikeroyok itu adalah anggota PWI Kabupaten Madina.

Usai kejadian, AKBP Reza langsung memerintahkan Kasat Reskrim dan anggotanya untuk mencari pelaku ke manapun kaburnya.

“Saya sudah perintahkan kasat reskrim dan anggotanya, pelaku cari sampai dapat, tidak boleh pulang ke markas sebelum membawa pelaku,” begitulah kira-kira statemen tegas AKBP Reza saat penulis temui sehari pasca kejadian.

Dan terbukti, hanya 3 hari setelah kejadian, pelaku sudah diamankan dan ditangkap dari daerah Padang lawas utara dan langsung diboyong ke Polda Sumut untuk diproses.

Perang Nyata dengan Narkoba

Selama kepemimpinan AKBP Muhammad Reza sebagai Kapolres Madina, Polres Madina bisa dibilang banyak prestasi dengan melakukan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba. Banyak sekali bandar dan pengedar narkoba yang tidak lepas dari Polres Madina. Bahkan Polres Madina baru-baru ini menangkap seorang residivis kasus narkoba yang baru ke luar dari penjara bulan Januari yang lalu. Ini juga suatu prestasi yang tidak boleh tutup mata.

Di sisi lain, Polres Madina juga mendirikan posko kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Kelurahan Kotasiantar. Kelurahan di kecamatan Panyabungan ini cukup dikenal dengan peredaran narkobanya. Bahkan sempat dijuluki orang tak bertanggung jawab dengan sebutan Kampung Narkoba. Dengan berdirinya posko Kampung Bersinar, peredaran narkoba tentu saja berkurang. Tak kalah bagusnya lagi, masyarakat dibekali dengan wawasan bagaimana melakukan sosialisasi yang baik agar masyarakat tidak terpengaruh bahaya penyalahgunaan narkoba.

Tetaplah Berbuat Baik

Terlepas dari berbagai prestasi dan kinerja bagus yang ditunjukkan Polres Madina, pasti ada sisi lain yang dilihat masyarakat. Namun, penilaian negatif dari masyarakat kiranya sebagai masukan dan saran agar Polres Madina semakin kuat dan kokoh. Bukan malah menurunkan semangat mengabdi untuk rakyat. Tetaplah berbuat baik walaupun banyak tantangan. Bukankah pohon itu semakin tinggi maka lebih kuat angin dan badai yang bakal menerpanya??

sebenarnya masih banyak yang ingin penulis sampaikan soal kinerja Polres Madina dan AKBP Muhammad Reza. Tapi terkadang saya berpikir tidak semua kebaikan itu musti diumbar ke publik. Kebaikan yang dilakukan seseorang da kita melihatnya harus kita balas dengan doa yang baik. Lagian penulis membuat tulisan ini sesaat setelah mendapat undangan menghadiri syukuran Hut Bhayangkara di Polres Madina pada hari Selasa, 5 Juli lusa.

selamat hari Bhayangkara ke 76 tahun, 1 Juli 1946 – 1 Juli 2022. Semoga Polri semakin dicintai rakyat, dan Polres Madina selalu disenangi masyarakat

Mandailing Natal, 2 Juli 2022

Penulis: Muhammad Ridwan Lubis, SPd
Ketua PWI Kab. Mandailing Natal