MADINA, Mohga – rapat anggota Koperasi Produsen Usaha Kita Bersama (KPUKB) Patiluban Hilir bersama pengurus dan pengawas tidak mendapatkan titik temu, hal itu terlihat dari beberapa pertanyaan yang diberikan anggota kepada pengurus dan pengawas tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Sebelumnya rapat tersebut diadakan karena kurangnya transparansi antara pengurus dengan anggota. Dalam rapat anggota KPU-KB Patiluban Hilir itu juga turut dihadiri oleh Kades Patiluban Hilir Kadril, Kabid koperasi Yaser Daulay STP, Ketua KPUKB Sarifuddin Nasution, Sekretaris Rusdan Bendahara Ahmad Zuhri, Ketua Pengawas Darus zaman, perwakilan dari Perusahaan sebagai mitra, tokoh adat dan para anggota tetap KPU-KB.
Arsan, mewakili suara dari anggota plasma meminta penjelasan terkait dana pengeluaran kepada pengurus akan tetapi penjelasan pengurus tidak memuaskan anggota.
“Kami meminta rincian pengeluaran koperasi kita ini dan mengapa ada pengeluaran yang besar tapi pemberitahuan kepada kami selaku anggota tidak ada,” ucap Arsan saat rapat di kantor koperasi Patiluban Hilir, Minggu (21/5/2023)
Atas dasar kurang transparansi dan dugaan penyelewengan dana koperasi tersebut anggota KPU-KB meminta untuk penggantian pengurus.
“Kami selaku anggota meminta agar pengurus diganti saja,” sebut anggota saat rapat.
Sementara itu Kabid Koperasi Yaser Daulay STP menyebutkan ia hanya bisa meluruskan hal-hal yang kurang tepat dengan aturan koperasi yang ada.
“Selaku Kabid koperasi kami hanya bisa meluruskan yang tak sesuai dengan aturan koperasi, kalau memang anggota menyuarakan untuk penggantian pengurus, itu semua dikembalikan ke anggota,” katanya
Sementara sekretaris koperasi meminta agar diberikan alasan secara tertulis mengapa pengurus dimintai berhenti.
“Kalau memang kami memiliki kesalahan hingga kami dimintak mundur, mohon diberikan alasan secara tertulis kepada kami selaku pengurus,” sebutnya.
Dilokasi yang sama ketua KPUKB Sarifuddin Nasution saat dimintai keterangan terkait permasalahan yang muncul ia tidak bersedia memberikan penjelasan.
“Saya tidak ada waktu, saya sibuk,” katanya.
Diujung acara terlihat penyerahan sertifikat lahan plasma kepada anggota, tetapi juga terlihat ricuh karena ada satu anggota yang hampir ditangguhkan penyerahan sertifikat nya oleh pengurus kepada yang bersangkutan. (MN-14)






