Putri Pariwisata Madina: KTT G20 di Bali Membawa Indonesia Makin Kuat

MADINA, Mohga – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali yang berlangsung sejak 14 hingga 16 November kemarin secara resmi telah ditutup oleh Presiden RI Joko Widodo. Perhelatan akbar ini diharap membawa Indonesia semakin kuat

Harapan ini datang dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia, salah satunya dari putri pariwisata Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022 yaitu Indah Tamara.

Gadis berusia 21 tahun ini mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas upaya yang dilakukan sehingga pelaksanaan KTT G20 yang berlangsung di Candi Ballroom The Apurva Kempinski Bali berjalan sukses hingga mendapat pujian dari kepala negara peserta KTT

“Indonesia sebagai tuan rumah pada pelaksanaan KTT G20 menjadi suatu kebanggaan bagi warga Indonesia bukan. Ini juga menjadi hal yang istimewa sekali menurut saya, karena berkesempatan untuk mendorong perwujudan kebijakan yang mampu memicu pemulihan ekonomi dunia,” kata Indah, Jum’at (18/11/2022) di Panyabungan.

Gadis berprestasi yang bercita-cita menjadi seorang Pramugari ini menilai Presidensi G20 Indonesia tentu memiliki peranan strategis terkait problematika yang dihadapi Indonesia saat ini yakni terkait pertumbuhan perekonomian dan stabilitas keuangan.

“Besar harapan saya dan seluruh warga Indonesia, dengan terciptanya forum ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi negara kita makin kuat dan bertumbuh,” tegasnya.

“Menurut saya, KTT G20 ini memiliki keterkaitan yang begitu erat dengan Resesi yang diprediksi tahun 2023 mendatang. Dengan terciptanya kerjasama yang baik dengan 20 ekonomi utama dunia, semoga kita bisa menjadi negara yang kuat,” tambah Indah yang juga meraih putri The Best Tradisional Costume Provinsi Sumatera Utara 2022.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Madina, Zainal Arifin MSI mengeluarkan statement tentang KTT G20 Bali.

Zainal berharap dari segi bisnis Indonesia di posisi tersebut bisa menawarkan solusi bukan hanya terhadap anggota G20, namun terhadap dunia. Momen tersebut merupakan salah satu kesempatan untuk menuju Indonesia emas tahun 2045.

“Harapan kita melalui forum ini, 2023 atau tahun berikutnya Indonesia memberikan solusi seperti halnya yang sudah pernah dilaksanakan Presiden Soekarno. Politik luar negeri nya jalan, kemudian posisi Indonesia di dunia atau Internasional diperhitungkan,” katanya beberapa waktu lalu.

HIPMI juga melihat potensi pelaksanaan KTT G20 tersebut sangat menopang dan menumbuhkan perekonomian di Indonesia. Contohnya UMKM ikut dilibatkan dan promosi pariwisata selama pelaksanaan Konferensi.

“KTT G20 Bali melibatkan seluruh stakeholder di Indonesia. HIPMI perekonomian juga akan tumbuh pada pelaksanaan tersebut karena dilibatkan seperti UMKM. Hampir multiefek dari kegiatan G20 di Bali,” tambahnya.

Saat penutupan KTT G20, Presiden Indonesia Jokowi resmi menyerahkan Presidensi G20 dari Indonesia ke India. Dengan demikian, India akan menjadi Presidensi G20 sekaligus tuan rumah KTT G20 pada 2023. (MN-08)