MADINA – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai turun ke kandang para peternak sapi untuk mengecek kualitas kesehatan hewan kurban yang akan disembelih pada Idul Adha 1446 Hijriyah mendatang.
Tahap pertama, Puskeswan Kecamatan Panyabungan mengecek kondisi kesehatan hewan kurban secara syariah di kandang peternakan sapi milik Rumah Cantik Putri di Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Senin (26/5/2025), pagi.
Pemeriksaan secara syariah dimaksud adalah pemeriksaan fisik, usia, dan kondisi kesehatan hewan.
Pengecekan itu dipimpin oleh Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Madina, drh. Asrul Azwar Lubis, dan diikuti Kepala UPT Puskeswan Panyabungan, Joni Wahyudin, serta para petugas peternakan lainnya.
Dilihat, petugas mengecek kondisi kesehatan hewan layak kurban. Di kandang tersebut ada 31 sapi milik Rumah Cantik Putri yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban Idul Adha 1446 H.
Kepala Bidang Peternakan Madina drh. Asrul Azwar Lubis mengatakan, pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian No. 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.
Peraturan ini, kata Asrul, untuk menetapkan ketentuan terkait tempat, cara, dan persyaratan penyembelihan hewan kurban untuk menjamin keamanan, kesehatan, dan kehalalan.
“Kita juga memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih dan dikonsumsi oleh masyarakat nantinya bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” kata dia.
Asrul Azwar menerangkan, pihaknya selama tiga hari ke depan mulai 26-28 Mei akan fokus melakukan pemeriksaan kelayakan hewan kurban yang ada di Madina. Empat Puskeswan terlibat, yakni Kecamatan Panyabungan, Bukit Malintang, Kotanopan, dan wilayah pantai barat di Natal.
“Di luar pemeriksaan pada empat zona ini, ada juga tiga Pos Cek Poin yang kita dirikan pada wilayah perbatasan, antara lain, Sihepeng, Manisak, dan Muara Sipongi. Pos Cek Poin ini bertujuan mengawasi hewan kurban impor dari luar daerah,” jelasnya.
Ditanya soal jumlah hewan kurban sapi pada tahun 2025, Asrul mengaku belum memperoleh data secara lengkap. Namun, ia memastikan jumlah hewan kurban di Madina tahun ini menurun dari tahun sebelumnya 1.986 ekor sapi.
“Kalau kita cek di lapangan, banyak para peternak ini mengeluh karena penjualan menurun. Alasannya adalah karena faktor ekonomi, banyak masyarakat yang tidak berkurban,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik peternak sapi di Rumah Cantik Putri menyebut penjualan hewan kurban tahun ini sangat menurun. Kondisi hari ini, stok hewan kurban yang ia miliki masih banyak.
“Ada 31 ekor sapi siap dijadikan hewan kurban di kandang ini, yang sudah dibeli panitia kurban masih 7 ekor. Tahun ini hancur-hancuran,” imbuhnya.
Sekadar informasi, bagi siapa saja yang mau berkurban atau panitia kurban yang masih mencari hewan kurban, Rumah Cantik Putri di Kelurahan Sipolu-polu, lokasinya persis di belakang SPBU Pasar Baru Panyabungan, masih menyediakan hewan kurban kualitas terbaik dengan harga bersahabat. (FAN)






