Melihat Traditional Game di Tambangan Tonga

MADINA – Weekend atau hari libur akhir pekan biasanya dihabiskan keluarga untuk liburan. Ada yang ke tempat wisata, ada pula yang sekedar mengisinya dengan quality time di rumah atau mengunjungi kerabat.

Berbeda dengan di Desa Tambangan Tonga, warga di sini tidak begitu akrab dengan istilah quality time, sebab para orangtua tetap mengisi keseharian mereka dengan usahanya di ladang. Pun dengan anak-anak, sebagian ada yang ke ladang membantu orangtua dan sebagian ada yang tinggal di rumah.

Ada kebiasaan yang sudah lama jarang nampak bagi kalangan anak-anak di Desa Tambangan Tonga, mereka terlihat memainkan traditional game, atau permainan tradisional yang diselenggarakan pemerintahan desa. Hal ini dilakukan untuk membatasi kecenderungan anak memakai gadget, sekaligus membagikan makanan tambahan bergizi gratis.

selain mengisi waktu libur sekolah, permainan tradisional ini juga membatu anak-anak dalam mengasah kreativitas dan ketrampilan anak, kemandirian dalam meningkatkan kemampuan problem-solving juga mengenalkan warisan leluhur kepada anak.

Ada beberapa jenis permainan tradisional yang diperagakan anak-anak di Desa Tambangan Tonga yaitu: Iye-iye, Enggrang, congklak, Terompah Gajah, Main tekong, Main kelas, dan mewarnai lukisan

Dalam memeriahkan permainan leluhur dan pemberian makanan tambahan gratis tersebut turut hadir Pemerintah Desa Tambangan Tonga, ibu-ibu PKK dan kader Kesehatan.

Samsul Bahri Nasution, kepala Desa Tambangan Tonga menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk mengurangi pemakaian gadget terhadap anak-anak Desa Tambangan Tonga dengan moto “marmayam Keta, mar HP emm Majolo” tetap eksis dilakukan di Desa Tambangan Tonga.

“Kegiatan permainan leluhur dan pemberian makanan tambahan terhadap anak, tetap eksis kita lakukan,” ujarnya

Pantauan di lokasi, anak-anak Desa Tambangan Tonga sangat ramai dan semangat dalam mengisi hari libur dengan permainan tradisional. (SDL)