Proyek PLTMH Senilai Rp 3,9 Miliar di Madina Tak Berfungsi

0
752

MUARA BATANG GADIS, – warga Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengirimkan surat keberatan kepada Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi tentang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tidak berfungsi

pembangunan PLTMH tersebut merupakan program dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut yang dikerjakan pada bulan Maret 2020 dengan anggaran Rp 3.967.009.523.86 atau 3,9 miliar oleh PT. Dirga Sarana Indah dengan konsultan CV. Dexta Tama Konsultant. Tapi, setelah selesai dibangun proyek tersebut berfungsi hanya sekitar seminggu dan setelah itu sampai sekarang tak berfungsi lagi

Surat keberatan warga tersebut ditembuskan kepada DPRD Provinsi Sumut, Kapolda Sumut, Kejati Sumut, BPKB Sumut, Dinas ESDM Sumut, Bupati Madina, Camat MBG dan Kepala Desa Ranto Panjang ini berisi beberapa poin, intinya mereka meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberi perhatian khusus atas masalah tersebut. Kemudian meminta penegak hukum memeriksa proses pembangunan yang syarat dengan pelanggaran karena hasilnya tidak dirasakan manfaatnya.

Sekretaris Desa Ranto Panjang, Marilot Pulungan menyebut PLTMH pernah berfungsi itu pun selama seminggu, setelah itu PLTMH ini mati total hingga saat ini

“Suratnya sudah kami kirimkan, kami harap surat kami ditindaklanjuti supaya PLTMH tersebut bisa berfungsi kembali dan dapat bermanfaat bagi masyarakat di sini,” kata Marilot.

Sementara Kepala UPT ESDM Madina, Majarin Harahap mengakui PLTMH tersebut saat ini tidak berfungsi. Tapi secara teknis, Majarin menyebut bukan kapasitasnya menjelaskan soal PLTMH tersebut. (MN-08)