Proyek Pemisahan Aek Macom Rampung, Warga Dua Kecamatan Bersyukur

PUNCAK SORIK MARAPI, – masyarakat terkhusus kalangan petani yang berdomisili di Kecamatan Lembah Sorik Marapi dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa bersyukur dengan rampungnya proyek pemisaham air asam (Aek macom) dengan air tawar yang mengaliri dua Kecamatan tersebut.

Setelah sekian lama, akhirnya hal yang begitu didambakan masyarakat ini baru dapat terealisasi pada pertengahan 2021.

Dengan adanya proyek yang nilainya mencapai Rp 19 Milyar tersebut, kini masyarakat tak perlu risau lagi terkait masalah pengairan untuk keperluan sawah dan kebunnya, bahkan juga untuk masyarakat yang berniat membudi-dayakan sektor peternakan ikan.

Pada Senin (24/05/2021), pihak rekanan, PT. Yogi Lestari yang dipimpin langsung Kaslan Dalimunte beserta pihak pemerintahan yang dihadiri Camat Lembah Sorik Marapi, Sakti Nasution dan Camat Puncak Sorik Marapi, Akhiruddin dan Kapolsek Kota Nopan AKP Indra Sakti, bersama insan pers dan masyarakat sekitar melakukan peninjauan sekaligus peresmian operasional proyek tersebut.

“Alhamdulillah, pekerjaan yang kita garap untuk tahap I telah selesai. Semua berkat do’a dan dukungan seluruh pihak. Untuk itu kami sampaikan terima kasih atas support, dorongan dan saran yang telah diberikan untuk kami,” terang Kaslan yang juga merupakan Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera ll Irigasi Rawa lll Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

“Kendala pasti ada. Namun Alhamdulillah tidak begitu sulit. Kita berterima kasih kepada masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dan kooperatif dalam pengerjaan proyek ini. Namun perlu kita sampaikan, proyek ini masih tahap penganggaran pertama. Menurut kajian kami, untuk penyelesaian secara keseluruhan, ini mesti dikerjakan dalam satu tahapan lagi,” katanya menambahkan.

“Maka dari itu, kita berharap agar pengajuan untuk penganggaran tahap II nantinya dapat segera disahkan. Agar pembangunan ini bisa secepatnya diselesaikan,” pungkas Kaslan.

Camat Puncak Sorik Marapi, Akhiruddin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya melihat manfaat yang didapatkan masyarakat melalui proyek pemisahan air asam ini.

“Alhamdulillah, terima kasih kami sampaikan kepada Pemda Madina, Kementrian PUPR, dan putra-putra daerah yang bersomisili di perantauan yang telah mendorong penganggaran proyek ini. Berkat pemisahan aek macom ini, masyarakat bisa tenang dan tak gundah lagi untuk masalah pengairan,” ujar Akhiruddin.

Hal senada disampaikan Camat Lembah Sorik Marapi, Sakti Nasution yang menambahkan bahwa sekitar 2 ribu hektar lahan masyarakat akan dapat terselamatkan dan bisa diolah kembali.

“Manfaatnya untuk Kecamatan Lembah Sorik Marapi), 2 ribuan hektar lahan masyarakat akan kembali digarap untuk lahan pertanian, kebun dan juga budi daya ikan. Semoga dengan hal ini kita dapat mengejar target swasembada sektor pertanian dan budi daya ikan air tawar,” jelas Sakti Nasution.

Ketika dimintai komentarnya, Oloan Nasution selaku masyarakat Desa Bangun Purba, Lembah Sorik Marapi turut mengutarakan rasa syukur dan terima kasihnya.

Menurut Oloan, kondisi di tengah masyarakat saat ini sangat antusias mendengar kemajuan tersebut.

“Di tengah masyarakat, khususnya di Lembah Sorik Marapi sangat bergairah. Ada juga pemilik lahan yang selama ini tidak mengerjakan lahannya karena persoalan pengairan, sekarang sudah berniat mengolah lahan tidurnya,”

“Ada juga beberapa masyarakat yang mulai membentuk kelompok dan komunitas kecil dengan tujuan budi daya ikan air tawar. Dan lain sebagainya. Untuk itu, kami masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak pemerintah, rekanan, pengawas dan Kementrian yang sudah merealisasikan proyek ini,” pungkas Oloan.

Terakhir, Kapolsek Kota Nopan, AKP Indra Sakti yang diamini pihak Pemerintahan, berpesan kepada masyarakat agar juga turut berpartisipasi secara sukarela memelihara bangunan proyek.

“Proyek ini kan dari kita untuk kita. Jadi harus sama-sama kita jaga bersama. Jangan hanya menikmatinya saja. Semisal jika ada tumpukan sampah ataupun kayu agar dibersihkan. Dan mungkin nanti bisa dikoordinasikan juga dengan pihak Pemerintahan ataupun Aparatur Desa,” pesannya. (MN-07)