MohgaNews|Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution mengatakan bahwa Kabupaten Madina masih mempunyai lahan mati seluas sekitar 1.500 Ha yang amat layak untuk jadi program cetak sawah baru guna mendukung ketahanan pangan nasional terutama untuk daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Madina saat menghadiri pembukaan konser band akbar secara virtual yang diprakarsai oleh Komunitas Musik (Koum) Madina di lapangan Taman Raja Batu Panyabungan, Minggu (20/9/2020).
Hadir Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Komandan Kodim 0212 TS Letkol Inf Roy Chandra, Komandan Yonif, mewakili Kapolres Madina, dan tamu undangan grup band dari Tabagsel, Sibolga dan Tapteng.
Bupati Dahlan Hasan Nasution mengatakan Kabupaten Madina merupakan daerah yang paling luas di antara kabupaten/kota lain di Tabagsel dan daerah nomor tiga terluas di Provinsi Sumatera Utara. Dan selama ini sinergitas antara pemerintah daerah dengan TNI/Polri sangat baik dalam mendukung pembangunan daerah.
Dahlan menyebut beberapa hari ke depan ia meminta kesediaan Ketua DPRD, Komandan Kodim 0212 Tapsel dan Komandan Yonif serta Kapolres Madina dan forum koordinasi pimpinan daerah lainnya dalam rangka memulai pengerjaan pembukaan akses jalan ke Sulangaling Kecamatan Muara Batang dengan pintu masuk dari Kecamatan Nagajuang.
“Kami akan mengundang Ketua DPRD bersama Dandim dan Danyon serta Forkopimda lainnya dalam rangka pembukaan akses jalan menuju Sulangaling. Perlu kami beritahu wilayah Sulangaling itu masih ada lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program cetak sawah baru sekitar 1.500 Ha. Ini suatu program yang amat baik dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Wilayah Sulangaling selama ini terisolir karena untuk sampai kesana butuh waktu 11 jam dan 5 jam harus naik robin jalur sungai. Kondisi ini cukup menyulitkan warga kita disana mengangkut hasil bumi karena alat transportasi dan akses jalan yang sulit, hasil bumi tersebut habis di biaya ongkos angkut,” ungkap Bupati
Dahlan Hasan menyebut hasil bumi dari wilayah Sulangaling amat banyak, seperti kacang tanah yang sekali musim bisa puluhan ton bahkan hingga ratusan ton. Begitu juga dengan jeruk manis yang sangat bagus dari Sulangaling. Hanya saja kendala dan tantangan yang dihadapi adalah akses jalan yang belum bagus
“Karena itu kami meminta bantuan dari Kodim dan Yonif kalau perlu kami akan minta bantuan juga ke Jipur di Medan untuk sama-sama kita buka akses jalan ke sulangaling. Kami yakin ini bisa mudah kita lakukan dengan kebersamaan,
“Kita bangun soliditas untuk membangun daerah kita dengan mengembangkan dan mengelola semua potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Dahlan. (MN-04)











