Pola Pikir di Masa Pandemi Covid-19

Panyabungan| dunia Pendidikan terdampak imbas sangat besar di masa pandemi Covid-19 ini, sekolah tatap muka langsung belum dibolehkan, karna kita harus turut memutus wabah mata rantai virus covid 19, jangan sampai terkena pada generasi penerus bangsa. Praktik Pendidikan daring (online learning) ini dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang Pendidikan sejak tingkat SD, SMP, SMA, hinga perguruan tinggi. Tidak ada lagi aktifitas pembelajaran di ruang-ruang kelas sebagai mana lasim dilakukan oleh tenaga pendidik: guru maupun dosen.

Langkah yang tepat namun tanpa persiapan yang memadai. Akibat banyak tenaga pendidik gagap menghadapi perubahan derastis ini. Sementara itu praktis tidak ada acara lain untuk meminimalisir penyebaran covid 19selain dengan membatasi perjumpaan manusia dalam jumlah yang banyak.

Dalam masa pandemi ini juga banyak tungas guru bukan menuntaskan kurikulum , tetapi membuat pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan, seakan menyiratkan bahwa dunia pendidikan kita sangat” gamang “ menghadapi perubahan yang cepat tiba – tiba.

Dalam undang – undang NO 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional disebutkan bahwa ,pengertian pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan dalam proses pembelajaran supaya siswa dapat aktif mengembangkan pola pikir dirinya untuk memiliki kekuatan nilai religius, mengontrol diri, jadi diri, etika serta keterampilan yang di perlukan diri nya, masyarakat, bangsa dan negara

Diimasa covid-19 ini, tak dapat dipungkiri jika banyak orang yang mengalami stres atau bahkan depresi akibat pandemi covid-19. perubahan secara tiba -tiba dalam kehidupan sehari -hari tentunya bukan perkara mudah bagi sebagian orang, walau demikian, tentunya bukan hal yang baik pula untuk terus melindungi diri atau menyalahkan keadaan. diperlukan upaya konkret agar permasalahan tersebut tak berlarut- larut hingga nanti pandemi covid-19 benar -benar berakhir kesulitan yang dialami oleh banyak orang untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perubahan tak lepas dari sulitnya mengubah pola pikir di masa pandemi ini

Ada yang sudah takut begitu saja seperti kacamata kuda, padahal sebenarnya banyak orang -orang kreatif yang lahir di tengah pandemi covid-19. selain itu yang tak kalah penting adalah menghilangkan rasa cemas yang berlebihan. banyak orang cemas berlebihan akibat pandemi covid 19 lantaran mencoba coba menerka -nerka kemungkinan kejadian buruk yang akan menimpa mereka di masa depan.

Cara mencegah covid masuk ke dalam tubuh kita sebagai berikut; memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak atau hindari kerumanan. (**)

Marya Fatimah
Mahasiswa Prodi PIAUD 3 B STAIN Madina